Bahaya Menyebarkan Aib Orang di Grup WhatsApp Menurut Islam

Anggoro Aristo Priambodo | Selasa, 20/10/2026 07:01 WIB


Menyebar aib sesama di grup WhatsApp mendatangkan dosa besar. Ilustrasi ghibah di sosmed

Katakini.com - Kemajuan teknologi digital kini memudahkan manusia untuk berinteraksi, namun juga menyimpan potensi dosa yang tak disadari.

Salah satu fenomena yang marak terjadi adalah kebiasaan membagikan atau membicarakan aib seseorang di dalam grup WhatsApp.

Dalam ajaran Islam, menyebarkan keburukan dan aib saudara sesama Muslim di ruang publik merupakan perbuatan yang sangat tercela.

Allah SWT secara tegas melarang sikap gemar mencari-cari kesalahan serta menyebarkan keburukan orang lain di tengah masyarakat.

Baca juga :
Ancaman Murka Allah Akibat Perilaku Menyimpang LGBT

Larangan keras mengenai perbuatan ghibah dan mencari aib tersebut termaktub dengan jelas dalam Surah Al-Hujurat ayat 12.

Baca juga :
Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspadai Tautan Palsu Atasnamakan BSU

Selain itu, Allah SWT juga mengancam pelaku yang suka menyebarkan berita buruk tentang orang beriman dalam Surah An-Nur ayat 19.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa barang siapa menutupi aib saudaranya, maka Allah SWT akan menutupi aibnya di akhirat kelak.

Baca juga :
Menko PM Dorong Pelibatan Pesantren dalam Pencegahan Karhutla

Pesan mulia mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan aib sesama ini diriwayatkan secara shahih oleh Imam Muslim.

Sebaliknya, barang siapa yang sengaja membongkar aib orang lain, Allah SWT akan membongkar keburukannya hingga di dalam rumahnya.

Ancaman balasan yang sangat nyata dari Allah SWT bagi pembongkar aib tersebut diriwayatkan dengan tegas oleh Imam Tirmidzi.

Dampak buruk menyebar aib di grup digital sangat masif karena pesan dapat dibaca dan diteruskan oleh banyak orang sekaligus.

Dosa jariyah dapat terus mengalir selama informasi negatif dan fitnah tersebut menyebar luas di media sosial tanpa kendali.

Islam mengajarkan setiap Muslim untuk senantiasa tabayyun atau memperjelas kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada publik.

Menjaga jempol dan lisan di media sosial merupakan cerminan keimanan yang sangat vital bagi keselamatan seorang hamba.

Alangkah baiknya jika ruang percakapan grup dimanfaatkan untuk saling menasihati dalam kebaikan dan mempererat tali silaturahmi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
aib orang lain adab bermedia sosial