MPR Dorong Pustakawan Jadi Profesional Pengelola Pengetahuan

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 17/10/2026 23:15 WIB


Keberhasilan suatu kerja sama tidak semata-mata diukur dari dokumen yang ditandatangani, tetapi dari manfaat, inovasi, dan perubahan positif yang berhasil diwujudkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekretariat Jenderal MPR RI dan UM (Foto: Humas MPR)

MALANG - Sekretariat Jenderal MPR RI menggelar kegiatan Seminar Perpustakaan bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM) dengan tema "Pustakawan Masa Depan: Dari Pengelola Koleksi Menjadi Knowledge Management dan Information Professional" di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Jumat (16/10).

Dalam rangkaian tersebut, dilaksanakan juga penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekretariat Jenderal MPR RI dan UM. Penandatanganan ini menjadi simbol dalam upaya memperkuat kolaborasi kelembagaan sekaligus meningkatkan kompetensi pustakawan dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Heri Herawan, menyampaikan bahwa kerja sama antara MPR RI dan Universitas Negeri Malang merupakan wujud komitmen bersama untuk membangun sinergi antarlembaga yang memberikan manfaat nyata, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan.

Menurut Heri Herawan, keberhasilan kerja sama tidak cukup diukur dari dokumen kesepakatan yang ditandatangani, tetapi harus dilihat dari manfaat, inovasi, serta perubahan positif yang dihasilkan.

Baca juga :
Tanggapi Pergantian Kepala BNPB, Legislator Marah Dana Kebencanaan Dikorupsi

“Keberhasilan suatu kerja sama tidak semata-mata diukur dari dokumen yang ditandatangani, tetapi dari manfaat, inovasi, dan perubahan positif yang berhasil diwujudkan,” ujarnya.

Baca juga :
Pentingnya Menjaga Keikhlasan dalam Setiap Amal Ibadah Kita

Heri Herawan menjelaskan, kerja sama MPR RI dengan Universitas Negeri Malang telah diwujudkan melalui sejumlah kegiatan, yakni Focus Group Discussion (FGD) dan Talkshow MPR Goes to Campus. Seminar perpustakaan ini menjadi salah satu bentuk keberlanjutan kolaborasi tersebut dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan profesionalisme sumber daya manusia.

Ia juga menegaskan, bahwa Perpustakaan MPR RI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan mengembangkan perannya, sebagai pusat informasi dan pengetahuan yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan MPR RI.

Baca juga :
Rerie: Perempuan Adat Pemegang Hak Konstitusional, Bukan Sekadar Penjaga Tradisi

Perpustakaan, lanjut Heri Herawan, tidak lagi cukup berorientasi pada pengelolaan dan penyediaan koleksi. Perpustakaan perlu dikembangkan menjadi pusat pengetahuan yang mampu menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan informasi kelembagaan serta pengetahuan kepada masyarakat.

“Untuk menuju perjalanan tersebut, dibutuhkan sumber daya manusia pustakawan yang kompeten, adaptif, profesional, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi serta kebutuhan pengguna yang terus berubah,” katanya.

Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan semakin luasnya akses terhadap sumber pengetahuan telah mengubah cara masyarakat mencari informasi, cara organisasi mengelola pengetahuan, serta cara lembaga memberikan pelayanan kepada publik.

Dalam kondisi tersebut, kata Heri Herawan, tantangan perpustakaan bukan sekadar menyediakan informasi sebanyak-banyaknya, melainkan memastikan informasi yang tersedia akurat, relevan, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Sehingga, pustakawan masa depan dituntut memiliki kompetensi yang lebih luas, termasuk menguasai dan mengelola pengetahuan, mengkurasi informasi, memanfaatkan literasi digital, serta mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

“Pustakawan masa depan bukan hanya pengelola koleksi, tetapi juga profesional yang menjembatani informasi, pengetahuan, dan kebutuhan pengambilan keputusan,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, menjelaskan bahwa Universitas Negeri Malang merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sejak akhir 2021. UM memiliki sekitar 56 ribu mahasiswa yang tersebar dalam 10 fakultas dan satu program pascasarjana.

“Insyaallah kita mempunyai sumber daya di hampir semua bidang. Mudah-mudahan ini adalah awal yang baik antara UM dengan MPR RI. Kemudian pada kesempatan yang akan datang, kita bisa menurunkan kerja sama yang lebih baik lagi untuk kemajuan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ahmad mengapresiasi Setjen MPR RI atas terselenggaranya kegiatan Seminar Perpustakaan ini. Ia berharap para peserta, khususnya mahasiswa, dapat mengikuti seminar dengan antusias dan memperoleh wawasan yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi di bidang perpustakaan dan informasi.

Melalui seminar ini, MPR RI dan Universitas Negeri Malang diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan perpustakaan, peningkatan kompetensi pustakawan, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan pengetahuan yang lebih efektif.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info MPR Setjen MPR Seminar Perpustakaan Pengelola Pengetahuan