Pasukan Yaman Lumpuhkan Lebih dari 1.150 Milisi Houthi

M.Habib Saifullah | Minggu, 11/10/2026 14:50 WIB


Pasukan pemerintah Yaman pada Sabtu menyatakan bahwa lebih dari 1.150 petempur Houthi telah dilumpuhkan. Para pendukung Houthi, berunjuk rasa dalam solidaritas dengan warga Palestina di Sanaa, Yaman, 2 Mei 2025. REUTERS

JAKARTA - Pasukan pemerintah Yaman pada Sabtu (10/10) menyatakan bahwa lebih dari 1.150 petempur Houthi telah dilumpuhkan dalam lebih dari 1.900 serangan di berbagai front selama 24 jam terakhir, seiring dengan meningkatnya pertempuran antara kedua belah pihak.

Juru bicara pasukan pemerintah Majed al-Nuzaili dalam pernyataan di platform media sosial X mengatakan bahwa operasi tersebut menargetkan depot senjata, kamp militer, benteng pertahanan, posisi artileri, konsentrasi pasukan, dan jalur pasokan milik Houthi di front timur, barat, dan barat daya, termasuk "target-target militer bernilai tinggi" jauh di dalam wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Lebih dari 180 kendaraan militer dan logistik hancur atau rusak, tambah al-Nuzaili. Dia mengatakan operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan Houthi untuk memperkuat pasukan dan mempertahankan operasi di garis depan. Angka-angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Al-Nuzaili mengatakan pasukan pemerintah terus melakukan serangan di lapangan, merebut kembali sejumlah posisi, dan memperkuat kendali atas wilayah yang telah dikuasai.

Baca juga :
Sibuk Mengoreksi Orang Lain Hingga Lupa Cermin Diri

Kelompok Houthi belum memberikan komentar.

Baca juga :
Apresiasi Nasabah, BNI Ajak Nonton MotoGP Mandalika 2026

Pemerintah Yaman melancarkan serangan berskala besar pada Senin (5/10) untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Beberapa pertempuran paling sengit terkonsentrasi di sekitar Selat Bab al-Mandab yang strategis di Yaman barat daya.

Operasi udara Arab Saudi untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman semakin intensif, sementara kelompok Houthi meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh.

Baca juga :
Hukum Jenis Pakaian Yang Dilarang Dalam Islam

Yaman terjerumus ke dalam konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara negara itu. Koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang kini berkedudukan di kota pelabuhan Aden di wilayah selatan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pasukan Yaman Houthi Yaman Perang Yaman