Kewajiban Menjaga Lisan Demi Keselamatan Dunia dan Akhirat

Anggoro Aristo Priambodo | Senin, 28/09/2026 23:01 WIB


Pentingnya Menjaga Ucap dan Menjauhi Perkataan Yang Sia-Sia Ilustrasi foto jaga lisan

Katakini.com - Lisan merupakan salah satu nikmat paling berharga sekaligus ujian terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

Melalui lisan seseorang bisa meraih pahala yang berlimpah, namun melalui lisan pula seseorang bisa terjerumus ke neraka.

Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kewajiban menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap perkataan yang diucapkan oleh manusia tidak akan pernah luput dari pencatatan malaikat yang bertugas.

Baca juga :
Sahkan APBN 2027 DPR Patok Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Allah SWT menegaskan hal ini dalam Surah Qaf ayat 18 bahwa tidak ada suatu kata yang diucapkan melainkan ada di sisinya malaikat pengawas.

Baca juga :
Adab Bertamu Ketuk Pintu Maksimal Tiga Kali

Rasulullah SAW juga menekankan hubungan erat antara kualitas iman seseorang dengan kemampuannya dalam menjaga lisan.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

Baca juga :
KPK Dalami Aliran Rp3,5 Miliar ke Akbar Himawan Buchari

Hadis sahih tersebut menjadi panduan utama bagi setiap Muslim agar senantiasa memikirkan dampak dari setiap ucapannya.

Bahkan, kemampuan menjaga lisan dan kemaluan menjadi jaminan bagi seorang hamba untuk bisa memasuki surganya Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari, “Barang siapa memberikan jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara dua janggutnya (lisan) dan dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin baginya surga.”

Sebaliknya, lisan yang tidak dijaga dapat menimbulkan fitnah, ghibah, adu domba, hingga merusak hubungan persaudaraan.

Allah SWT melarang keras perilaku ghibah atau menggunjing sesama Muslim sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Hujurat ayat 12.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT mengumpamakan orang yang menggunjing saudaranya seperti memakan daging saudaranya yang telah mati.

Mengendalikan lisan membutuhkan latihan, kesabaran, serta kesadaran penuh akan pertanggungjawaban di hadapan Pencipta.

Mari kita jadikan lisan ini senantiasa basah dengan zikir, ucapan yang santun, serta perkataan yang membawa manfaat bagi sesama.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
menjaga lisan bahaya ghibah mengendalikan lisan