Adab Bertamu, Tunggu Dipersilakan Sebelum Memilih Tempat Duduk

Anggoro Aristo Priambodo | Senin, 28/09/2026 18:18 WIB


Pentingnya Menjaga Adab Duduk Saat Bertamu Menurut Ajaran Islam Ilustrasi bertamu

Katakini.com - Islam merupakan agama yang sangat sempurna dalam mengatur etika dan adab bersosialisasi antar sesama manusia.

Salah satu momen yang memiliki aturan etika cukup detail adalah ketika seseorang berkunjung atau bertamu ke rumah orang lain.

Terkadang tanpa disadari, seorang tamu langsung memilih tempat duduk begitu melangkahkan kaki ke dalam rumah tuan rumah.

Padahal, terburu-buru memilih tempat duduk tanpa persetujuan tuan rumah dapat mencederai adab dan kesopanan bertamu.

Baca juga :
Sekjen PBB Minta Negara Tanduk Afrika Selesaikan Konflik Tanpa Kekerasan

Rasulullah SAW secara khusus melarang tindakan mengambil tempat khusus milik tuan rumah dalam hadis riwayat Muslim, “Janganlah seorang maju menjadi imam shalat di tempat kekuasaan orang lain, dan janganlah duduk di rumah orang lain di kursi khusus milik orang tersebut, kecuali diizinkan olehnya.”

Baca juga :
Angka Kematian Akibat Ebola di Kongo Tembus 4.000 Jiwa

Hadis sahih ini mengajarkan agar tamu senantiasa menahan diri dan menunggu arahan dari pemilik rumah.

Adab meminta izin ini juga selaras dengan perintah Allah SWT dalam Surah An-Nur ayat 27 tentang etika memasuki rumah orang lain.

Baca juga :
Adab Bertamu Tanpa Izin yang Bikin Mengganggu

Dalam ayat tersebut, Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk tidak memasuki rumah yang bukan rumahnya sebelum meminta izin dan memberi salam.

Sikap menanyakan posisi duduk seperti “Saya duduk di mana?” merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada sang tuan rumah.

Tuan rumah tentu memiliki area atau kursi tertentu yang bersifat personal atau dikhususkan untuk anggota keluarganya.

Dengan menunggu dipersilakan, kita telah menjaga perasaan dan kenyamanan pemilik rumah yang menerima kedatangan kita.

Menjaga adab sederhana ini juga menjadi cerminan keluhuran akhlak serta kemuliaan iman seorang Muslim.

Rasulullah SAW senantiasa meneladankan kesopanan yang tinggi dalam setiap interaksi sosialnya bersama para sahabat.

Ketika adab bertamu dijaga dengan baik, maka tali silaturahmi yang terjalin akan dipenuhi rasa saling menghargai.

Mari kita biasakan diri untuk senantiasa memperhatikan adab-adab kecil agar kunjungan kita membuahkan keberkahan dan pahala.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
adab bertamu etika duduk adab masuk rumah