Komisi III Minta Polisi Berantas Tuntas Pabrik Uang Palsu

M.Habib Saifullah | Kamis, 10/09/2026 17:54 WIB


Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi kinerja Polresta Siodarjo terkait keberhasilan membongkar jaringan pemalsuan dan peredaran uang palsu. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Foto: dpr

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi kinerja Polresta Siodarjo terkait keberhasilan membongkar jaringan pemalsuan dan peredaran uang palsu yang beroperasi di wilayah Sidoarjo hingga Karanganyar, Jawa Tengah.

Tiga orang tersangka ditangkap dalam kasus tersebut. Dari tangan para tersangka, polisi menyita uang palsu dengan total nilai mencapai Rp 298.520.000 dan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk membuat uang palsu. Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Zainur Rofik menyebut pengungkapan ini berawal dari kecurigaan seorang pemilik toko sembako A.J di Desa Tanjungsari, Sidoarjo.

“Saya apresiasi kepolisian yang berhasil membongkar jaringan ini dan saya minta polisi wajib berantas tuntas pabrik uang palsu. Hal ini karena belakangan kasus uang palsu semakin marak. Kemarin ada pabrik di Tangsel dengan uang palsu Rp36 miliar, sekarang di Sidoarjo hampir Rp300 juta,” kata Sahroni, kepada wartawan, Jakarta, Kamis (10/9).

Sahroni meminta aparat kepolisian menindak tegas peredaran uang palsu tersebut karena disinyalir dapat digunakan untuk aktivitas berbahaya.

Baca juga :
Menang Lawan Atletico, Iraola Puji Mental Anak Asuhnya

“Ini tentu mengkhawatirkan, karena saya yakin uang palsu ini ada untuk tujuan mudharat. Bisa saja untuk pembelian barang haram, pendanaan huru-hara, senjata, atau aktivitas ilegal lainnya. Itu sangat berbahaya,” tegas Sahroni.

Baca juga :
Enrique Puas PSG Menang di Laga Perdana Liga Champions

Lebih lanjut, Sahroni tidak ingin akibat ulah segelintir pihak, kepercayaan terhadap Rupiah menjadi terganggu. Untuk itu, pengusutan tegas dan keras harus menjadi solusi.

“Kalau praktik ini dibiarkan, dampaknya bisa ke mana-mana. Masyarakat bisa dirugikan, kepercayaan terhadap rupiah bisa terganggu, bahkan uang palsu ini bisa menjadi modal untuk menggerakkan kejahatan lain. Apalagi sebelumnya kita juga melihat pemalsuan meterai dan berbagai alat pembayaran. Ini harus dianggap serius dan disikat sampai ke jaringan, pembuat, pemodal, dan siapa pun yang mengedarkannya. Jangan kasih ruang sedikit pun,” tegas Sahroni.

Baca juga :
Odegaard Cetak Gol Tunggal, Arteta: Dia Sangat Berbahaya
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Komisi III Uang Palsu Ahmad Sahroni