Korban Gempa Magnitudo 7,1 di Kumamoto Melonjak Jadi 17 Orang Tewas

M.Habib Saifullah | Kamis, 30/07/2026 13:05 WIB


Jumlah korban tewas yang terkonfirmasi akibat gempa tersebut meningkat menjadi 17 orang, menurut pihak berwenang setempat. Ilustrasi gempa

TOKYO - Upaya pencarian dan penyelamatan di sebuah pusat perbelanjaan yang runtuh dan pabrik kertas yang rusak terus berlanjut pada Kamis, setelah Prefektur Kumamoto di sebelah barat daya Jepang dilanda gempa bermagnitudo 7,1 pada Selasa (28/7/2026).

Jumlah korban tewas yang terkonfirmasi akibat gempa tersebut meningkat menjadi 17 orang, menurut pihak berwenang setempat.

Enam orang tidak merespons dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Di antara korban tewas, lima orang berada di pusat perbelanjaan Aeon di Kashima, yang dilanda ledakan setelah gempa.

Selain itu, terdapat delapan orang di pabrik Nippon Paper Industries Co. di Yatsushiro, yang beberapa cerobong asap di pabrik tersebut mengalami kerusakan parah, menurut otoritas prefektur setempat.

Baca juga :
Menuntut Ilmu Agama, Kewajiban Utama Setiap Umat Islam

Di sektor transportasi publik, layanan Kyushu Shinkansen antara Stasiun Kumamoto dan Stasiun Kagoshima-chuo belum dapat beroperasi kembali karena pihak operator masih berupaya memeriksa tingkat kerusakan.

Baca juga :
Menyayangi Hewan Tanpa Harus Melanggar Syariat Agama Islam

Sementara itu, pihak operator berharap dapat kembali mengoperasikan layanan kereta peluru antara Stasiun Chikugo-Funagoya di Prefektur Fukuoka dan Stasiun Kumamoto pada Kamis.

Hingga Rabu malam (29/7/2026), ribuan rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik dan kekurangan air, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kesejahteraan para pengungsi.

Baca juga :
Keutamaan Menikah Demi Menyucikan Diri Dalam Syariat Islam

Menurut Pemerintah Prefektur Kumamoto, hingga Kamis pagi, lebih dari 10.000 orang masih mengungsi di pusat-pusat evakuasi.

Gempa susulan terus terjadi di wilayah tersebut setelah gempa yang tercatat mencapai tingkat 7 pada skala intensitas gempa Jepang di Uki dan Hikawa pada Selasa (28/7/2026) pukul 16.27 waktu setempat (14.27 WIB).

Pada tingkat magnitudo tersebut, orang tidak dapat berdiri tegak atau bergerak tanpa merangkak dan mungkin bisa terlempar ke udara, menurut Badan Meteorologi Jepang.

Sumber: Kyodo

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gempa Jepang Gempa Kumamoto Korban Tewas