Pesawat ATR Jatuh, Legislator PKB Desak Evaluasi Total Sektor Penerbangan

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 19/01/2026 14:55 WIB


Menurutnya, evaluasi dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang Ilsutrasi - Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Foto: Antara)

JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Syafiuddin, mengatakan bahwa evaluasi total terhadap sektor penerbangan harus segera dilakukan, menyusul persitiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, evaluasi dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Negara harus hadir melalui langkah-langkah antisipatif yang kuat, terutama dengan memperkuat peran dan koordinasi antar-lembaga yang terlibat langsung dalam keselamatan penerbangan.

“Kami ada perbaikan-perbaikan terhadap leading sektornya, baik itu kementerian perhubungan dan lain-lain. Harus ada lnagkah antisipatif guna mencegah terjadinya kejadian serupa kedepan,” ujar Syafiuddin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1). 

Politikus PKB ini menyoroti peran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dinilai harus lebih proaktif dalam mitigasi cuaca ekstrem, khususnya yang berdampak langsung terhadap penerbangan.

Baca juga :
Spurs Pertahankan Wilson Odobert di Tengah Minat Ipswich Town

Ia menilai informasi cuaca harus benar-benar terintegrasi dalam pengambilan keputusan operasional penerbangan.

Baca juga :
Arsenal Sepakat Rekrut Gelandang Muda Timnas Georgia

Selain BMKG, ia juga menekankan adanya evaluasi terhadap Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, serta seluruh unsur yang terlibat dalam ekosistem penerbangan. Utamanya, Komisi V akan meminta penjelasan terkair koordinasi lintas sektor dalam mencegah kecelakaan akibat faktor alam.

“Koordinasi antar sektor ini penting sebagai mitgasi. Apalagi dalam lingkup penerbangan dan ditengah cuaca-cuaca ekstrem yang memang kerap menjadi tantangan di dunia penerbangan," tegasnya. 

Baca juga :
6 Makanan Tinggi Protein untuk Anak yang Terjangkau

Dia berpendapat, selama ini koordinasi antar-lembaga penerbangan masih lemah dan cenderung berjalan sendiri-sendiri. Kondisi tersebut dinilainya berpotensi memperbesar risiko kecelakaan, terutama di wilayah dengan karakteristik cuaca ekstrem.

“Jadi, mitigasi harus ada agar kecelakaan-kecelakaan yang ini. Kami di Komisi V dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait untuk menjalankan pengawasan agar arus transportasi udara ini lebih baik lagi,” demikian Syafiuddin.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Syarifuddin PKB Sektor Penerbangan Pesawat Jatuh Pesawat ATR 42 500