• News

15 Desember Hari Teh Internasional, Dampak Perdagangan Teh Terhadap Petani Pekerja

Tri Umardini | Kamis, 15/12/2022 09:30 WIB
15 Desember Hari Teh Internasional, Dampak Perdagangan Teh Terhadap Petani Pekerja 15 Desember Hari Teh Internasional, Dampak Perdagangan Teh Terhadap Petani Pekerja. (FOTO: HEALTHLINE)

JAKARTA - Hari Teh Internasional atau International Tea Day jatuh pada 15 Desember.

Hari Teh Internasional terutama bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak perdagangan teh terhadap petani dan pekerja tetapi juga dirayakan oleh pecinta teh di seluruh dunia.

Tahukah Anda bahwa asal usul teh telah ditelusuri kembali ke China?

Itu sebagian besar digunakan untuk tujuan pengobatan sampai abad ke-17 ketika teh sampai ke Inggris.

Jenis utama meliputi hitam, hijau, putih, herbal, oolong, dan pu`erh.

Meskipun liburan ini telah diamati sejak tahun 2005, pada tahun 2019 Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkenalkan Hari Teh Internasional yang baru pada tanggal 21 Mei.

** Sejarah Hari Teh Internasional

Dikutip dari nationaltoday, tidak ada cara yang lebih baik untuk memulai hari kita selain dengan rasa dan aroma teh yang menyenangkan.

Legenda mengatakan bahwa teh pertama kali ditemukan lebih dari 4000 tahun yang lalu di Tiongkok oleh Kaisar Nun Shen.

Pada salah satu kunjungannya ke daerah terpencil, daun-daun pohon di dekatnya tertiup ke dalam panci berisi air mendidih yang telah diletakkan oleh para pelayannya di atas api.

Aroma menyegarkan mengundang Kaisar untuk mencicipi minuman tersebut, dan secangkir teh pertama lahir.

Pada abad ke-16, teh menyebar ke seluruh dunia ke Eropa oleh para pedagang Belanda, di mana teh menjadi komoditas yang diperdagangkan secara luas berkat pendirian East India Company di Inggris. Selebihnya, seperti yang mereka katakan, adalah sejarah.

Selain rasa dan manfaatnya, kontribusi teh terhadap budaya dan perkembangan sosial ekonomi juga sangat relevan.

Tumbuh di lebih dari 35 negara, budidaya teh mendukung mata pencaharian lebih dari 13 juta orang.

Dimulai oleh serikat pekerja pada tahun 2005, Hari Teh Internasional merayakan manfaat kesehatan, kepentingan ekonomi, dan warisan budaya teh, sambil memastikan produksi yang lebih berkelanjutan dari ladang hingga cangkir kami.

Menyatukan organisasi masyarakat sipil dan petani teh kecil serta bisnis, liburan ini bertujuan untuk mengatur kompetisi yang tidak merata, peraturan keselamatan, pendudukan tanah, jaminan sosial, upah layak, dan hak perempuan untuk semua pekerja teh.

Seminar, kampanye publik, dan presentasi diadakan secara tradisional.

Tujuannya untuk memperkuat regulasi bagi asosiasi petani teh. Selain mengakui teh sebagai tanaman ekspor besar bagi negara-negara penghasilnya, budaya teh juga dirayakan oleh peminatnya.

** Garis Waktu Hari Teh Internasional

1. Tahun 350 M Kamus China
Sebuah kamus China menyebutkan teh untuk pertama kalinya dengan nama `Erh Ya.`

2. Tahun 1211 Buku Pertama tentang Teh
Eisai Buddhis Jepang menulis buku Jepang pertama tentang teh, berjudul Kitcha-Yojoki atau Buku Sanitasi Teh.

3. Tahun 1773 Pesta Teh dari jenis yang berbeda.
Perselisihan atas pajak teh mengakibatkan Boston Tea Party, ketika warga marah, dengan pedagang menyerbu kapal untuk membawa gerombolan tong teh.

4. Tahun 1876 Memperkenalkan Lipton
Thomas Lipton membuka kedai teh pertamanya di Glasgow.

5. 21 Desember 2019 Resolusi Teh
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, resolusi untuk merayakan Hari Teh Internasional setiap tahun pada tanggal 21 Mei telah disahkan. (*)