Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Valeriy Zaluzhnyi di Kyiv, Ukraina 19 Oktober 2021. Foto: Reuters
JAKARTA - Hampir 9.000 personel militer Ukraina tewas dalam perang dengan Rusia, kata kepala angkatan bersenjata Ukraina, Senin.
Jumlah korban yang diberikan oleh Jenderal Valeriy Zaluzhnyi tampaknya menjadi yang pertama diberikan oleh petinggi militer Ukraina sejak invasi Rusia pada 24 Februari.
Zaluzhnyi, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan pada konferensi yang diadakan untuk menghormati veteran militer dan keluarga mereka yang tewas bahwa anak-anak membutuhkan perlindungan di beberapa bagian negara itu termasuk ibu kota Kyiv.
"Mereka benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan pasti membutuhkan perlindungan karena ayah mereka telah pergi ke garis depan dan mungkin termasuk di antara hampir 9.000 pahlawan yang terbunuh," katanya.
Zaluzhnyi tidak memberikan rincian dan tidak mengatakan apakah angka yang dia sebutkan termasuk semua personel militer yang tewas dalam aksi, seperti penjaga perbatasan. Presiden Volodymr Zelenkskiy mengatakan pada konferensi bahwa sekitar 1 juta orang membela Ukraina sebagai bagian dari angkatan bersenjata Ukraina atau layanan lainnya.
Zaluzhnyi tidak mengatakan berapa banyak warga sipil yang tewas atau berapa banyak personel Rusia yang diperkirakan Kyiv tewas dalam pertempuran itu, tetapi Staf Umum angkatan bersenjata Ukraina menyebutkan jumlah korban tewas militer Rusia mencapai 45.400. Rusia belum mengatakan berapa banyak tentaranya yang tewas.
Reuters tidak dapat memverifikasi kerugian yang diderita oleh kedua belah pihak selama apa yang dikatakan Rusia sebagai "operasi militer khusus" untuk mendemiliterisasi tetangganya yang lebih kecil dan melindungi komunitas berbahasa Rusia. Ukraina dan pendukung Baratnya menuduh Moskow melancarkan perang penaklukan bergaya kekaisaran.