Presiden Brazil Jair Bolsonaro dan Presiden Rusia Vladimir Putin di istana Itamaraty di Brasilia, Brasil, 14 November 2019. Foto: Reuters
JAKARTA - Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pada hari Senin bahwa kesepakatan sudah dekat dengan Moskow untuk membeli diesel yang jauh lebih murah dari Rusia, dalam apa yang tampaknya merupakan manfaat nyata terbaru yang berasal dari hubungan persahabatannya dengan Presiden Vladimir Putin.
Bolsonaro, mantan kapten tentara sayap kanan, tidak memberikan rincian lebih lanjut. Baik kantor Bolsonaro, maupun Kementerian Pertambangan dan Energi Brasil tidak segera menanggapi permintaan komentar.
"Masuk akal dan pada akhirnya bisa terjadi," kata seorang pejabat senior Kementerian Ekonomi yang tidak mau disebutkan namanya, menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.
Seorang pejabat senior dari perusahaan minyak milik negara Petroleo Brasileiro SA (PETR4.SA), atau Petrobras, yang memasok sebagian besar bahan bakar ke pasar domestik, mengatakan kepada Reuters bahwa ide itu tidak mengejutkan tetapi menimbulkan kekhawatiran, tanpa merinci kekhawatiran yang dimaksud.
Harga bahan bakar yang tinggi telah merusak harapan pemilihan kembali Bolsonaro menjelang pemungutan suara Oktober, membuatnya tertinggal dalam jajak pendapat dari mantan pemimpin sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva.
Belum jelas bagaimana Brasil akan membeli diesel Rusia tanpa menghadapi sanksi Barat, yang dikenakan pada Moskow atas invasinya ke Ukraina.
Bolsonaro mengabaikan permintaan AS dan bertemu dengan Putin hanya beberapa hari sebelum pecahnya perang, dan sejak itu mengatakan hubungannya dengan pemimpin Rusia telah memungkinkan Brasil untuk mempertahankan akses ke pupuk yang sangat penting bagi sektor agribisnis yang luas di negara itu.