7 Juli Hari Cokelat Sedunia, Kepercayaan Suku Aztec pada Dewa Kebijaksanaan. (FOTO: THE LIST)
JAKARTA - Hari Cokelat Sedunia diperingati pada 7 Juli. Peringatan ini dimulai di Meksiko Tengah.
Suku Aztec yang mengembangkan peradaban di Meksiko Tengah ini sebelumnya menyukai cokelat.
Cokelat tersebut masih berbentuk cair.
Dilansir dari daysoftheyear, alasan suku Aztec menyukai cokelat cair karena berkaitan erat dengan kepercayaan mereka pada dewa kebijaksanaan, Quetzalcoatl.
Rasa cokelat yang mereka sukai awalnya terasa pahit.
Namun pada abad ke-16, cokelat diproses hinga menghasilkan rasa manis nan lezat.
Pada abad ke-19 pula, banyak perusahaan cokelat yang mulai beroperasi.
Semisal Cadbury memulai bisnis cokelatnya pada tahun 1868.
Dan sampai saat ini, kita masih bisa merasakan manisnya cokelat.
Pertama kali, peringatan Hari Cokelat Sedunia diadakan pada tahun 2009 dan masih dilakukan hingga sekarang.
Peringatan ini diadakan untuk mengenalkan asal usul makanan cokelat yang hingga kini menjadi camilan favorit banyak orang.
Khususnya bagi Anda penggemar cokelat, tepat pada peringatan hari ini, tentu menjadi hal menarik untuk mengetahui sejarah Hari Cokelat Sedunia dan berbagai fakta tentang coklat lainnya.
Selain itu, Anda juga bisa turut merayakan peringatan Hari Coklat Sedunia dengan beragam cara.
Mulai dari mengonsumsi cokelat, menyediakan stok camilan cokelat, hingga membaca atau menonton film yang berhubungan dengan coklat.
Hari Cokelat Sedunia menandai peringatan hari di mana makanan penutup ikonik ini pertama kali masuk ke Eropa pada tahun 1550. Bahwa setiap orang, baik tua maupun muda, gemar menikmati camilan bercita rasa manis ini.
Cokelat berasal dari biji pohon Theobroma Cacao.
Kakao tumbuh di Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan Utara, di mana telah dibudidayakan setidaknya selama tiga milenium.
Namun, Afrika memegang 70% dari pohon kakao yang tumbuh di dunia saat ini. Biji kokoa ini memiliki rasa yang pahit, sehingga harus difermentasi untuk mengembangkan cita rasa yang lezat.
Untuk membuat sebatang cokelat, biji dari pohon kakao ditutup dengan daun pisang dan dibiarkan berfermentasi, yang disebut biji kakao.
Setelah biji kakao tiba di pabrik pengolahannya, biji kakao disangrai secara perlahan pada suhu rendah. Kemudian, biji kakao dipisahkan antara cangkang dan nibs, sehingga nibs dapat digiling menjadi bubuk halus yang disebut cocoa liquor.
Dua produk yang paling penting untuk produksi cokelat berasal dari pasta kakao cair ini. Bubuk kakao diproduksi, dikemas, dan dijual secara bebas.
Bubuk kakao ini bisa dicampurkan pada bahan kue untuk mendapatkan cita rasa cokelat yang lezat.
Sementara mentega kakao diproduksi agar produsen dapat menggunakannya sebagai bahan dalam batangan cokelat.
Selain rasanya yang lezat, cokelat memiliki kandungan antioksidan kuat yang memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.
Mulai dari membantu meningkatkan aliran darah, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Ini juga meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang membantu meningkatkan mood.
Banyak orang disarankan untuk makan lebih banyak cokelat hitam karena mengandung manfaat yang lebih sehat.
Bukan hanya itu, cokelat juga sempat dimanfaatkan sebagai obat. Di mana susu cokelat yang ditemukan ditemukan oleh Dr. Hans Sloane, pernah dijual sebagai obat di Irlandia.
Cokelat juga diketahui dapat menyembuhkan gangguan batuk. Manfaat ini didapatkan dari kandungan theobromine, yang dinilai dapat mengurangi gejala batuk lebih baik dibandingkan sirup obat batuk.
Fakta berikutnya, Swiss dikenal sebagai negara penghasil cokelat dan masyarakatnya mengonsumsi sekitar 8,8 kg cokelat per tahun.
Sementara produk cokelat pertama adalah cokelat panas yang ditemukan oleh bangsa Maya sekitar 3.000 tahun yang lalu. (*)