• Bisnis

Harga Batu Bara Meroket, Investor Reksadana Untung hingga 20 Persen

Nitro Luindimar | Rabu, 22/06/2022 11:30 WIB
Harga Batu Bara Meroket, Investor Reksadana Untung hingga 20 Persen Harga Batu Bara Meroket, Investor Reksadana Untung hingga 20 Persen. (FOTO: HO/IST)

JAKARTA - Sektor energi memimpin penguatan pasar saham nasional yang tercermin dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan menopang penguatan reksadana saham dan reksadana indeks, terutama reksadana saham syariah yang mayoritas berbasis saham komoditas.

Menurut analisis Bareksa seperti dikutip dari Bareksa.com, , harga batu bara dunia naik karena Eropa berencana meningkatkan penggunaan emas hitam itu sebagai bahan bakar pengganti gas, pasca boikot impor energi dari Rusia.

Hal ini dapat mendorong permintaan batu bara di tengah pasokan dunia yang masih terbatas, serta mempertahankan harga komoditas tersebut di level tinggi.

Pada perdagangan Selasa (21/6/2022), harga batu baru kontrak Juli di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$395,5 per ton, melesat 3,47 persen.

Ini merupakan level tertinggi sejak 31 Mei 2022 atau sepanjang bulan ini. Kenaikan itu mendekatkan harga batu bara ke level psikologis US$400 per ton.

Sepekan terakhir, harga batu bara meroket 19,6 persen dan setahun terakhir terbang 216,2 persen.

Sementara itu, tekanan jual di pasar obligasi diproyeksikan masih akan berlanjut hingga bulan depan dengan target pelemahan imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara (SBN) diperkirakan bergerak ke kisaran 7,6 - 7,8 persen dari saat ini 7,5 persen.

Hal ini turut menekan kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap, terutama yang berbasis SBN.

Investor juga tengah menanti pernyataan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, Jerome Powell pekan ini terkait rencana kebijakan suku bunga acuan pada Juli.

IHSG pada 21 Juni 2022 naik 0,97 persen ke level 7.044,07. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 21/06/2022 pukul 17.00 (WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,5 persen pada 21 Juni 2022.

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa memprediksi reksadana saham dan reksadana indeks hari ini akan bergerak menguat mengikuti pergerakan pasar saham AS yang semalam ditutup naik signifikan.

Investor bisa mencermati reksadana berbasis sektor energi dan saham berkapitalisasi besar (big caps) yang biasanya memiliki kinerja pembalikan arah cukup cepat dan potensi imbal hasil yang didapatkan oleh investor dapat semakin optimal.

Analisis Bareksa juga memperkirakan reksadana pendapatan tetap masih akan bergerak terbatas pada hari ini. Investor dapat pertimbangkan akumulasi investasi di reksadana pendapatan tetap berbasis Obligasi Negara, jika yield acuan bergerak menuju level 7,8 persen.

Beberapa produk reksadana saham dan reksadana indeks dengan portofolio saham komoditasdan reksadana pendapatan tetap yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko agresif dan moderat adalah sebagai berikut :

Imbal Hasil 1 Tahun (per 21 Juni 2022)

Reksadana Indeks
Avrist IDX30 : 20,97 persen
Principal Index IDX30 Kelas O : 19,09 persen

Reksadana Saham
Batavia Dana Saham Syariah : 12,61 persen
Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A : 10,09 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 21 Juni 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 32 persen
Sucorinvest Bond Fund : 27,77 persen (*)

FOLLOW US