• News

Saudi Luncurkan Aplikasi Smart Pilgrim, Jamaah Haji Bisa Laporkan Pelanggaran

Yati Maulana | Senin, 20/06/2022 21:10 WIB
Saudi Luncurkan Aplikasi Smart Pilgrim, Jamaah Haji Bisa Laporkan Pelanggaran Kementerian haji dan umrah Saudi meluncurkan aplikasi Smart Pilgrim. Foto: ArabNews

JAKARTA - Kementerian Haji dan nUmrah meluncurkan aplikasi Smart Pilgrim tahun ini untuk lebih memanfaatkan teknologi dalam layanannya.

Aplikasi ini memungkinkan jamaah untuk berkomunikasi dengan penyedia layanan mereka dan melaporkan pelanggaran apa pun kepada kementerian, yang telah berjanji untuk menangani komentar dan keluhan tanpa penundaan atau keringanan hukuman terhadap penyedia layanan haji yang melanggar.

Asisten Wakil Sekretaris Kementerian Haji dan Umrah untuk Layanan Haji dan Umrah Hisham Saeed mengatakan bahwa musim haji mendatang akan menyaksikan perluasan layanan kartu pintar haji, selain meluncurkan tiga aplikasi dasar untuk melayani jamaah dengan lebih baik.

Saeed, yang juga juru bicara kementerian, mengatakan kepada saluran TV lokal bahwa rencana teknisnya akan menambah pengalaman jemaah haji tahun ini. "Kementerian Haji dan Umrah memiliki call center yang menerima pertanyaan, keluhan, dan saran jemaah sepanjang waktu. Selain itu, jemaah haji dapat mengunduh aplikasi jemaah haji yang memiliki banyak layanan, ke smartphone-nya dan mengobrol dengan penyedia layanan haji mereka untuk melaporkan pelanggaran atau mengajukan pengaduan," katanya.

Ia menambahkan, jika tidak segera diselesaikan, aduan secara otomatis akan diarahkan ke pusat operasi di Kementerian Haji dan Umrah, yang akan segera menugaskan tim untuk pergi ke tempat pelanggaran dan mengambil tindakan korektif.

Langkah ini dilakukan setelah Forum Ilmiah Haji, Umrah, Visit Research ke-21 diresmikan di Madinah bulan lalu, dengan fokus pada transformasi digital dalam Sistem Haji, Umrah, dan Kunjungan.

Forum tersebut mengeksplorasi tiga isu utama: tata kelola transformasi digital dalam sistem haji dan umrah, penerapan transformasi digital untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada jemaah dan pengunjung kedua kota suci tersebut dan mengembangkan proses pengambilan keputusan untuk mendukung layanan.