• News

Survei: Belanja Militer Global Melewati $2T Untuk Pertama Kalinya

Akhyar Zein | Senin, 25/04/2022 12:25 WIB
Survei: Belanja Militer Global Melewati $2T Untuk Pertama Kalinya Tank T-72B3 Rusia bergerak melalui Lapangan Merah selama parade militer, yang menandai peringatan 75 tahun kemenangan Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua, di Moskow pada 24 Juni 2020.(foto: kyivpost.com)

JAKARTA - Pengeluaran militer global mencapai tertinggi sepanjang masa lebih dari $2 triliun pada tahun 2021, menurut sebuah survei internasional yang dirilis Senin.

Total pengeluaran militer naik 0,7% dari tahun sebelumnya dan mencapai $2,113 triliun, kata Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI).

Dikatakan beban militer global, atau pengeluaran militer dunia sebagai bagian dari produk domestik bruto (PDB) dunia, turun 0,1 poin persentase dari 2,3% pada 2020 menjadi 2,2% pada 2021.

Lima pembelanja terbesar pada tahun 2021 adalah AS, Cina, India, Inggris dan Rusia, bersama-sama menyumbang 62% dari pengeluaran, menurut SIPRI.

Alexandra Marksteiner, seorang peneliti dengan Pengeluaran Militer dan Program Produksi Senjata SIPRI, menunjukkan bahwa AS lebih fokus pada teknologi generasi berikutnya,

"Pemerintah AS telah berulang kali menekankan perlunya mempertahankan keunggulan teknologi militer AS atas pesaing strategis," katanya.

Sementara itu Rusia meningkatkan pengeluaran militernya sebesar 2,9% pada tahun 2021 menjadi $65,9 miliar, pada saat membangun pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina, katanya, seraya menambahkan ini adalah tahun ketiga pertumbuhan berturut-turut dan pengeluaran militer Rusia mencapai 4,1% dari PDB pada tahun 2021.

Pengeluaran militer Rusia telah menurun antara 2016 dan 2019 sebagai akibat dari harga energi yang rendah dikombinasikan dengan sanksi sebagai tanggapan atas pencaplokan Krimea oleh Rusia pada tahun 2014,” kata Lucie Beraud-Sudreau, direktur Program Pengeluaran Militer dan Produksi Senjata SIPRI.

Pengeluaran militer Ukraina juga meningkat sebesar 72% sejak aneksasi Krimea pada tahun 2014, karena negara tersebut telah memperkuat pertahanannya terhadap Rusia.