Orang-orang menghadiri demonstrasi setelah pengumuman hasil pemilihan presiden Prancis 2022 di Place de la Republique di Paris. Foto: Reuters
JAKARTA - Polisi anti huru hara mendakwa dan menyemprotkan gas air mata ke demonstran di pusat kota Paris yang memprotes setelah Presiden Emmanuel Macron terpilih kembali pada hari Minggu, rekaman dari media sosial menunjukkan.
Polisi berusaha membubarkan kerumunan sebagian besar anak muda yang berkumpul di lingkungan pusat Chatelet untuk memprotes, gambar di Twitter menunjukkan.
Macron mengalahkan pemimpin sayap kanan Marine Le Pen dalam pemungutan suara putaran sebelumnya pada hari Minggu dengan memenangkan masa jabatan lima tahun kedua dan mencegah apa yang seharusnya menjadi gangguan politik besar.
Meskipun Macron menang dengan margin yang nyaman, tingkat abstain diperkirakan akan mencapai level tertinggi sejak 1969, dengan sebagian besar pemilih tidak mau memilih Macron atau Le Pen.
Antara putaran pertama pemungutan suara dan putaran kedua hari Minggu, mahasiswa memprotes di luar Sorbonne di Paris dan universitas lain, mengungkapkan kekecewaan mereka dengan pilihan yang ditawarkan.