• Gaya Hidup

Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa? Ketahui Manfaat dan Risikonya

Tri Umardini | Jum'at, 15/04/2022 05:37 WIB
Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa? Ketahui Manfaat dan Risikonya Ibu Hamil. (FOTO: SHUTTERSTOCK)

JAKARTA - Puasa menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam saat memasuki bulan Ramadan.

Namun, jelang memasuki bulan suci ini, banyak ibu hamil yang bertanya, apakah puasa selama kehamilan boleh dilakukan? Lalu, apakah puasa bisa membahayakan kehamilan dan janin atau justru sebaliknya?

Bolehkah ibu hamil puasa?
Faktanya, puasa saat hamil boleh saja dilakukan selama dokter menyatakan kondisi kehamilan, ibu, dan janin sehat.

Bahkan, ada manfaat yang bisa didapat bagi ibu hamil bila menjalankan puasa dalam keadaan sehat dan dilakukan dengan benar dan tepat.

Meski begitu, ibu hamil perlu ingat bahwa dalam Islam, puasa tidak wajib bagi ibu hamil. Ibu hamil bisa mengganti puasa Ramadan pada hari lain atau dengan membayar fidyah.

Selain itu, beberapa ahli medis pun tidak merekomendasikan puasa selama kehamilan karena khawatir dapat mengganggu kebutuhan nutrisi saat hamil dan perkembangan janin.

Jadi, ibu hamil harus puasa atau tidak? Jawabannya kembali pada keputusan ibu dan dokter.

Jika ibu ingin berpuasa, tanyakan pada diri sendiri apakah ibu akan kuat bila menjalaninya.

Tanyakan juga kepada dokter apakah kondisi kehamilan dan janin ibu memungkinkan untuk menjalani ibadah ini.

Jangan pernah memaksakan diri untuk berpuasa bila kondisi ibu dan janin memang tidak memungkinkan. Memaksakan berpuasa dapat berisiko pada kesehatan diri ibu hamil dan janin.

Penting bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan dirinya selama 9 bulan kehamilan.

Ingat, janin juga akan bertumbuh dengan sehat sampai waktu kelahirannya jika ibunya sehat.

Bagaimana caranya menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan? Jawabannya satu,

Bila ibu memiliki kondisi medis tertentu tetapi tetap boleh berpuasa, dokter akan memberi saran agar ibu dapat menjalani puasa ini dengan aman.

Kemudian, pertimbangkan juga usia kehamilan ibu untuk memutuskan apakah perlu berpuasa atau tidak.

Beberapa ahli medis berpendapat bahwa puasa pada trimester dua kehamilan cenderung lebih aman dibandingkan berpuasa pada trimester ketiga atau pertama.

Namun, ini tentu kembali lagi pada kondisi masing-masing ibu hamil. Jadi, pastikan ibu hamil membuat keputusan yang tepat demi kesehatan diri dan janin ibu.

Risiko puasa saat hamil
Cara Mengatasi Sakit Perut Bagian Bawah Saat Hamil Tua

Saat hamil, ibu membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta menjaga berat badan ibu tetap sehat.

Cairan dari air minum juga perlu terpenuhi untuk menjaga kesehatan pencernaan, membentuk air ketuban, serta membantu nutrisi mengalir dalam tubuh dan mengeluarkan limbahnya.

Nah, saat berpuasa, ibu hamil berisiko tidak mendapatkan nutrisi dan air yang cukup. Hal ini bisa menyebabkan ibu kekurangan energi atau bahkan dehidrasi selama kehamilan.

Bukan cuma itu, puasa pada jangka panjang juga berisiko menimbulkan berbagai masalah berikut.

Pusing saat hamil.
Kelelahan.
Kebingungan.
Sakit kepala saat hamil.
Asam lambung naik.
Pingsan.
Berat badan menurun atau kenaikan berat badan saat hamil kurang.
Sementara itu, berpuasa juga dikhawatirkan dapat menimbulkan komplikasi kehamilan tertentu yang dapat memengaruhi janin.

Misalnya, puasa pada trimester pertama dikhawatirkan dapat melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Sementara puasa pada trimester dua dan tiga lebih berisiko terhadap kelahiran prematur serta memiliki berat plasenta yang rendah.

Meski demikian, Pregnancy, Birth, & Baby menyebut bahwa penelitian tentang efek puasa saat hamil masih terbatas.

Beberapa penelitian yang telah ada pun menunjukkan bahwa puasa selama kehamilan tidak mempengaruhi berat lahir bayi atau meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Pada akhirnya, risiko dan dampak puasa saat hamil bisa berbeda pada setiap wanita. Ini bergantung pada kondisi kesehatan ibu dan janin serta tahap kehamilan saat puasa dilakukan.

Manfaat puasa bagi ibu hamil

Di sisi lain, ada manfaat yang mungkin bisa ibu peroleh bila puasa saat hamil dilakukan dengan tepat.

Berikut adalah berbagai manfaat puasa bagi ibu hamil.

1. Mengontrol kenaikan berat badan
Berdasarkan penelitian pada jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, ibu hamil yang berpuasa mengalami kenaikan berat badan yang sedikit lebih rendah daripada yang tidak puasa.

Hal ini dapat mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan pada ibu hamil.

Adapun berat badan yang berlebih saat hamil meningkatkan risiko diabetes gestasional dan preeklampsia.

2. Menurunkan risiko diabetes selama kehamilan
Sejalan dengan manfaat di atas, puasa pada trimester dua kehamilan diyakini dapat menurunkan risiko diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional).

Pasalnya, dengan kenaikan berat badan yang terkontrol, kinerja insulin juga diyakini akan lebih baik sehingga dapat mengontrol kadar gula darah.

3. Menjaga kesehatan jantung
Berpuasa juga bisa menjaga kesehatan jantung dengan mengontrol tekanan darah, berat badan, dan kolesterol. Hal ini mungkin dapat membantu mencegah penyakit jantung saat hamil.

Bahkan, manfaat ini mungkin juga bisa dirasakan oleh ibu hamil yang memiliki penyakit jantung.

Tanyakan pada dokter mengenai keamanan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi ini.

4. Meningkatkan suasana hati dan konsentrasi
Masalah dengan konsentrasi dan suasana hati memang kerap terjadi selama kehamilan. Ini umum terjadi karena perubahan hormon yang menimbulkan berbagai keluhan saat hamil.

Nah, puasa ternyata bisa membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel otak baru.

Hal ini membuat otak lebih tahan terhadap stres serta meningkatkan mood, memori, dan konsentrasi.

5. Membersihkan tubuh dari racun
Manfaat puasa ini bisa dirasakan oleh siapa pun, bukan cuma ibu hamil.

Puasa diketahui dapat membantu membersihkan tubuh dari racun yang mungkin ada dalam timbunan lemak.

Hal ini disebut juga dengan detoksifikasi. Setelah detoksifikasi melalui puasa, ibu hamil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan gaya hidup yang lebih sehat.

Agar dapat memperoleh manfaat dan menghindari risiko puasa saat hamil di atas, ada baiknya ibu memperhatikan tips-tips di bawah ini bila memutuskan untuk berpuasa.

Hindari dehidrasi. Misalnya, berada di tempat teduh saat cuaca siang hari sedang panas dan pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Jangan paksakan minum terlalu banyak air putih saat sahur dan berbuka, lebih baik bantu dengan makan makanan berkuah untuk memenuhinya.
Minimalkan konsumsi kafein.
Jangan makan makanan asam atau berminyak yang bisa membuat heartburn.
Hindari terlalu banyak makan makanan dan minuman manis atau yang mengandung tinggi gula.
Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti buah-buahan dan sayuran, untuk menghindari sembelit selama kehamilan saat puasa.
Kurangi aktivitas fisik dan perbanyak waktu istirahat.
Memilih menu makanan puasa untuk ibu hamil dengan gizi yang seimbang, baik ketika berbuka puasa maupun sahur.
Sebaiknya ibu hamil batal puasa bila muncul tanda-tanda dehidrasi, menjadi sangat lemas, pusing, lelah, atau berat badan justru menurun. (*)

FOLLOW US