Tahanan Ukraina dikawal oleh separatis pro-Rusia di dekat titik persimpangan Mayorsk di wilayah Donetsk pada 29 Desember 2019. (foto: REUTERS)
JAKARTA - Ukraina menerima tawaran pengiriman senjata howitzer self-propelled yang cukup besar dari sebuah perusahaan persenjataan Jerman, kata sumber pemerintah Jerman, Minggu.
Mingguan Jerman Welt am Sonntag telah melaporkan pada hari Sabtu bahwa produsen persenjataan Krauss-Maffei Wegmann menawarkan 100 howitzer, sejenis senjata artileri, ke Ukraina, mengutip sumber-sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya di Kyiv. "Penawaran ini ada," kata sumber Jerman itu kepada Reuters, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Laporan Welt am Sonntag mengatakan bahwa pabrikan saat ini tidak memiliki persenjataan yang siap untuk dikirim dan karenanya telah menyarankan bahwa militer Jerman menawarkan 100 howitzernya sendiri ke Kyiv dan pabrikan kemudian akan mengirimkan senjata baru kepada tentara Jerman setelah siap, kemungkinan dari paruh kedua tahun 2024.
Krauss-Maffei Wegmann tidak segera tersedia untuk dimintai komentar. Seorang juru bicara kementerian pertahanan Jerman menolak berkomentar.
Menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, Jerman membalikkan kebijakan lama untuk tidak mengirim senjata ke zona konflik dan mengatakan akan memasok rudal Strela, di antara senjata lainnya, ke Ukraina.
Kanselir Olaf Scholz mengatakan pada hari Jumat bahwa penting bahwa Jerman hanya memasok senjata yang tentara Ukraina akan tahu bagaimana menggunakannya, seperti peralatan yang lebih tua dari tentara bekas komunis Jerman Timur.