• News

Jepang-Korsel Setuju Tingkatkan Hubungan dengan AS untuk Atasi Korut

Yati Maulana | Sabtu, 12/03/2022 08:18 WIB
Jepang-Korsel Setuju Tingkatkan Hubungan dengan AS untuk Atasi Korut Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Foto: Reuters

JAKARTA - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengatakan mereka sepakat pada hari Jumat untuk meningkatkan hubungan tiga arah dengan Amerika Serikat dalam menanggapi ancaman militer Korea Utara yang berkembang.

Kishida mengatakan kepada wartawan setelah panggilan telepon dengan Yoon, keduanya setuju untuk tetap berhubungan dekat mengenai Korea Utara dan berbagi pandangan bahwa akan baik untuk bertemu sesegera mungkin.

Korea Utara baru-baru ini menggunakan apa yang akan menjadi sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) terbesar yang pernah ada dalam dua peluncuran rahasia, kemungkinan membuka jalan bagi dimulainya kembali tes jarak jauh, kata pejabat AS dan Korea Selatan pada hari Jumat.

Kishida mengatakan hampir semua opsi diplomatik terbuka dalam berurusan dengan Korea Utara, mungkin termasuk sanksi, dan bahwa Jepang akan tetap berhubungan dekat dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam tanggapan apa pun.

Seorang juru bicara Yoon, yang memenangkan pemilihan presiden hari Rabu, mengatakan dia berharap kerjasama trilateral yang lebih besar yang melibatkan Amerika Serikat dalam berurusan dengan Korea Utara.

Hubungan antara kedua tetangga telah tegang karena masalah yang berasal dari penjajahan Jepang 1910-1945 di semenanjung Korea, termasuk korban kerja paksa Jepang dan mobilisasi rumah bordil masa perang. Hubungan bilateral yang baik sangat penting dan perlu ditingkatkan mengingat keadaan urusan dunia, kata Kishida.

Yoon mengatakan kepada Kishida bahwa penting untuk menyelesaikan masalah bilateral yang tertunda dengan "cara yang wajar dan saling menguntungkan," menambahkan kedua belah pihak memiliki banyak bidang kerja sama termasuk keamanan regional dan ekonomi.

Yoon juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga dari gempa 2011 yang melanda timur laut Jepang, menandai ulang tahun ke-11, tambahnya.