• Hiburan

Berada di Zona Perang, Koreografer Kelahiran Ukraina Maksim Chmerkovskiy Unggah Video Emosional

Tri Umardini | Senin, 28/02/2022 12:01 WIB
Berada di Zona Perang, Koreografer Kelahiran Ukraina Maksim Chmerkovskiy Unggah Video Emosional Maksim Chmerkovskiy, koreografer kelahiran Ukraina. FOTO: MICHAEL TRAN/FILMMAGIC

JAKARTA - Penari dan koreografer kelahiran Ukraina Maksim Chmerkovskiy berbagi pengalamannya di zona perang di Ukraina saat invasi Rusia terus meningkat.

Maksim Chmerkovskiy merupakan kakak dari Val Chmerkovskiy yang juga seorang penari dan bintang Dancing With The Stars Pro.

Keluarga Maksim Chmerkovskiy beremigrasi ke Amerika Serikat pada 1990-an.

Maksim Chmerkovskiy mengunggah video Instagram yang emosional dan panjang, Minggu (27/2/2022). Ia menjelaskan apa yang dia alami saat perang pecah.

"PERANG. Saya lelah. Saya stres. Saya perlu mengoceh. Terima kasih dan tolong buat keributan tentang ini sehingga seluruh dunia mulai berteriak," tulis Maksim Chmerkovskiy dengan tagar #ProudUkrainianAmerican.

Maksim Chmerkovskiy mengenakan hoodie hitam dan tampak menyeka air mata di wajahnya.

Ia terus terang mengaku stres meski ia berada dalam kondisi aman.

"Saya hanya ingin berbicara sedikit kepada dunia. Saya berada di tempat yang sangat aman, tetapi ini gila, dan saya pikir semua orang mengalami banyak emosi, dan saya pikir inilah saatnya untuk sedikit mengungkapkan emosi saya. Sedikit dengan cara yang lebih pribadi," katanya, meyakinkan para followernya.

Di satu sisi ia masih merasa aman namun sekaligus berada di ‘pusat kekacauan’ karena berada di zona perang. Situasi bisa mendadak berubah.

"Ini adalah perang. Ini situasi yang gila," tambahnya, mengklarifikasi bahwa postingannya bukanlah teriakan minta tolong meskipun merasa seperti kehilangan kendali.

"Ini bukan tentang saya. Saya hanya ingin semua orang melakukan sesuatu."

Maksim Chmerkovskiy mengungkapkan bangga dengan rakyat Ukraina. “Tolong buat suara Anda didengar ... Terus sebarkan berita, terus bicarakan ini."

Dia meminta pengikutnya untuk mengarahkan perhatian mereka ke layanan kemanusiaan, termasuk pekerjaan yang dilakukan oleh organisasi BStrong temannya Bethenny Frankel, yang membawa bantuan senilai $10 juta kepada mereka yang terkena dampak invasi.

Dia juga meminta orang-orang untuk menjemput orang Ukraina dari perbatasan dan membawa mereka ke tempat yang aman.

"Ini akan meningkat menjadi penderitaan manusia pada tingkat yang gila, bersejarah, atau akan berhenti sekarang," lanjut sang bintang.

Dia menyimpulkan dengan mengatakan bahwa dia "hanya ingin pulang pada saat ini."

Dikutip dari Yahoo Entertainment, pada Jumat (25/2/2022) lalu, Maksim Chmerkovskiy memposting pembaruan lain dari Ukraina, merujuk pada situasinya sebagai "sangat mengerikan.”

"Saya aman," katanya saat itu.

"Kami belum disuruh pindah, dan saya hanya mengikuti instruksi. Itu saja yang bisa saya katakan. Tetapi kenyataannya adalah saya juga berbicara dengan teman-teman saya yang ada di sini, orang-orang Ukraina, dan situasinya cukup mengerikan."

Dia menjelaskan bahwa orang-orang Ukraina "dimobilisasi. Seluruh negeri telah dipanggil untuk berperang. Pria, wanita, anak laki-laki — orang-orang yang saya nilai beberapa hari lalu dalam kompetisi dansa" sekarang "mendapatkan senjata dan dikerahkan untuk membela negara."

Meskipun ia memiliki paspor AS dan dapat kembali ke AS, tempat ia tinggal bersama istri penari profesionalnya Peta Murgatroyd dan putra mereka yang berusia 5 tahun, Maksim Chmerkovskiy mengklarifikasi di pos kedua bahwa ia tidak mencoba meninggalkan Ukraina , di mana ia telah mengerjakan seri kompetisi realitas World of Dance Ukraina.

Sementara itu di Amerika, adiknya Val Chmerkovskiy, turun ke jalan-jalan di Hollywood untuk menunjukkan solidaritasnya dengan Ukraina.

Pada 24 Februari lalu, pemenang Dancing with the Stars berbagi foto dari aksi protes di mana ia dan puluhan lainnya berbaris dengan tanda-tanda menyerukan diakhirinya invasi Rusia ke Ukraina.

Val Chmerkovskiy sebelumnya menulis catatan di Instagram tentang saudaranya yang terjebak dalam konflik, menulis, “Orangtua saya meninggalkan negara ini karena alasan yang tepat. Bukan karena itu tidak baik bagi mereka, tetapi karena mereka pada akhirnya akan melihat perang. Sungguh ironi yang kejam bahwa 28 tahun kemudian saudara laki-laki saya berada di tempat perlindungan bom di Kyiv.” (*)