• Gaya Hidup

Lontong Cap Go Meh, Simak Sejarah dan Coba Resep Membuatnya

Tri Umardini | Kamis, 03/02/2022 07:01 WIB
Lontong Cap Go Meh, Simak Sejarah dan Coba Resep Membuatnya Lontong Cap Go Meh. FOTO: EZ COOKING BAKING

JAKARTA - Lontong Cap Go Meh, simak sejarah dan coba resep membuatnya sendiri di rumah.


Perayaan Cap Go Meh yang akan jatuh pada tanggal 15 Februari 2022 tentu tak afdol rasanya jika tak menyantap hidangan istimewa, Lontong Cap Go Meh.

Menu ini merupakan hidangan khas hari terakhir perayaan Imlek.

Nah, di Indonesia, masyarakat keturunan Tionghoa punya makanan khas yaitu lontong Cap Go Meh.

Pada hari ke-15 Tahun Baru Imlek, ada banyak keluarga keturunan Tionghoa yang akan berkumpul untuk makan malam bersama.

Hari ke-15 ini disebut Cap Go Meh. Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian yang artinya malam ke-15 atau malam bulan purnama menurut kalender Tionghoa.

Lontong cap go meh adalah masakan peranakan. Makanan ini adalah campuran dari masakan Tiongkok dan Jawa.

Menurut pemerhati budaya Tionghoa, Agni Malagina, lontong Cap Go Meh ini ditemukan di sekitar wilayah pesisir Jawa.

Saat ini lontong Cap Go Meh juga bisa dinikmati sepanjang tahun, karena ada banyak restoran yang menyajikannya. Terutama di wilayah pantai utara Jawa.

Ada beberapa sejarah tentang bagaimana kisah awal lontong Cap Go Meh ini.

Yang pertama, ada yang mengisahkan kalau imigran Tiongkok abad ke-14 di Indonesia menikah dengan perempuan Jawa. Kemudian terciptalah budaya Peranakan Tionghoa-Jawa.

Nah, di Tiongkok, orang-orang merayakan Tahun Baru Imlek dengan hidangan kue beras atau yuan xiao.

Kue beras inipun digantikan dengan lontong, yang juga dibuat dari beras. Kemudian disajikan dengan masakan Jawa.

Makna dan Sejarah Nama Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh dipercaya sebagai simbol perpaduan dua budaya, suasana meriah tahun baru dan simbol keberuntungan.

Lontong yang dibungkus memanjang dianggap sebagai simbol usia panjang.

Telur yang menjadi pelengkap hidangan dianggap sebagai simbol kebeuntungan.

Sedangkan kaldu santan dan kunyit dianggap melambangkan emas yang merupakan simbol kemakmuran.

Nama lontong Cap Go Meh sendiri punya cerita saat Laksamana Cheng Ho (Zheng He) berlabuh di Semarang, Jawa Tengah.

Di sana, dia mengadakan lomba membuat sup terbaik untuk perayaan Cap Go Meh. Satu kepala desa ikut serta dan membuat menu spesial.

Laksamana Cheng Ho mengatakan pada satu prajuritnya, "luang tang shiwu ming". Artinya, makanan kepala desa ini berada di urutan ke-15.

Nah, prajuritnya mengucapkan kalimat tersebut dengan dialek Hokkian, sehingga pengucapannya mirip "luan dang cap go mia".

Kepala desa dan peserta lainnya mengira Laksamana Cheng Ho menamai sup buatannya sebagai lontong Cap Go Meh.

Sejak saat itu, sup tersebut disebut lontong Cap Go Meh

Berikut resep lontong Cap Go Meh yang dikutip dari Cookpad.

Lontong Cap Go Meh

Bahan-bahan

Opor Ayam
1 kg ayam pejantan/kampung, potong 8, bersihkan
2 lembar salam
2 iris laos
1 batang serai
2 lembar daun jeruk sobek
5 butir cengkih
5 cm kayumanis
1 buah asam kandis
2 butir kapol
100 ml santan kental
500 ml air
secukupnya Garam n gula
bumbu halus:
10 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm jahe
1/2 sdm ketumbar
1/2 sdt merica
1/2 sdt jintan
5 butir kemiri
Sambal Goreng Hati
3/4 kg hati sapi
1 kg kentang, potong dadu, goreng hingga kering bag luarnya
30 ml/ 6 sdm santan kental
5 cm laos, geprek
1 batang serai, geprek
3 lembar daun jeruk, sobek
bumbu halus:
15 siung bawang merah
5 siung bawang putih
10 buah cabai merah besar
5 butir kemiri
1 sdt ebi
2 sdm gula merah serut
secukupnya Garam, penyedap

Sayur Lodeh Pepaya
1 buah pepaya muda (kurleb 1 kg) kupas potong korek api besar
2 lembar salam
7 cm lengkuas geprek
180 ml santan kental
1/5 liter air
secukupnya Garam
bumbu halus:
15 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt ebi
5 buah cabai merah
4 sdm gula merah serut
1 sdm gula putih
Telur Pindang
6 butir telur
3 sdm kecap
3 siung bawang merah
1 siung bawang putih
2 lembar daun salam
secukupnya Garam

Bubuk kedelai :
2-3 lembar daun jeruk
2 ons kacang kedelai
1/2 buah cabai (sesuai selera)
3 cm kencur
2 siung bawang putih
secukupnya Garam

Pelengkap
Lontong
Bawang goreng
Emping
Langkah

Cara membuatnya:

Opor ayam
- Tumis bumbu halus dan rempah daun hingga harum, masukkan ayam hingga berubah warna.
- Tambahkan air, masak hingga ayam matang. Tambahkan santan, masak lagi hingga bumbu menyerap ke ayam.

Sambal goreng hati
- Iris hati sapi menjadi setebal kurleb 1.5 cm. Beri garam dan asam jawa, aduk, diamkan 10 menit.
- Goreng dengan sedikit minyak di atas pan hingga matang. Potong kotak, sisihkan.
- Tumis bumbu halus dan rempah daun hingga wangi.
- Masukkan hati sapi yang diporong kotak, beri 50 ml air dan santan, masak hingga bumbu menyerap dan sat.
- Masukkan kentang goreng aduk rata. Angkat

Sayur lodeh
- Tumis bumbu halus dan rempah.
- Masukkan pepaya yg sdh dipotong-potong.
- Beri air masak hingga mendidih, terakhir masukkan santan.
- Masak hingga matang, angkat.

Telur pindang
- Kukus telur hingga matang, kupas.
- Masukkan ke dalam panci beri 100 ml air, 3 sdm kecap manis, irisan bawang, daun salam. - - Didihkan hingga sat.

Bumbu kacang kedelai
- Gongseng semua bahan hingga kulit kedelai agak kecoklatan, tumbuk halus, saring, lalu gongseng lagi hingga agak kering.

- Tata lontong di dalam mangkok saji. Kemudian beri sayur lodeh, ayam opor, telur, sambal goreng, dan pelengkap lainnya. (*)