• Bisnis

Filipina Ikut Desak Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara

Yati Maulana | Senin, 10/01/2022 10:57 WIB
Filipina Ikut Desak Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara Pengangkutan batu bara melalui Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur. Foto: Reuters

JAKARTA - Menteri Energi Filipina, Alfonso Cusi, pada Senin 10 Januari 2022 mengimbau Indonesia untuk mencabut larangan ekspor batu baranya, dengan mengatakan kebijakan itu akan merugikan ekonomi yang sangat bergantung pada bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Indonesia, eksportir batubara termal terbesar dunia menangguhkan ekspor pada 1 Januari setelah perusahaan listrik negara melaporkan tingkat persediaan bahan bakar yang sangat rendah di pembangkit listrik domestiknya.

Langkah Filipina mengikuti permintaan serupa dari pemerintah Asia lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan. Dalam keterangan persnya yang dikutip Reuters, permintaan Filipina itu disampaikan Cusi dalam surat yang dikirim melalui Departemen Luar Negeri kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Arifin Tasrif. Namun Departemen Energi tak menyebutkan waktu surat itu dikirim.

Cusi meminta departemen luar negeri untuk menengahi dan mengajukan banding atas nama Filipina melalui mekanisme kerja sama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Larangan tersebut mendorong harga batu bara di China dan Australia lebih tinggi minggu lalu, sementara sejumlah kapal yang dijadwalkan untuk membawa batu bara ke pembeli utama seperti Jepang, Cina, Korea Selatan, dan India berada dalam kondisi limbo di Kalimantan, rumah bagi pelabuhan batu bara utama Indonesia.

Filipina, yang masih sangat bergantung pada batu bara untuk pembangkit listrik, membeli sebagian besar kebutuhannya dari Indonesia, dan sebagian dari Australia dan Vietnam, dengan harga lebih mahal. Menurut data pemerintah, hampir 70 persen dari 42,5 juta ton pasokan batubara Filipina pada tahun 2020 diimpor.

Listrik yang dihasilkan oleh batu bara terdiri dari sekitar 60 persen dari bauran listrik negara, dan pada tahun 2021 negara tersebut memasok 2,3 juta ton per bulan dari Indonesia untuk bahan bakar pembangkit listriknya.

Senator Win Gatchalian, yang mengepalai komite energi Senat, telah meminta departemen energi untuk menyiapkan langkah-langkah darurat karena larangan ekspor, termasuk mencari pemasok potensial lainnya.

FOLLOW US