Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia terjangkit Covid. Foto: Reuters
JAKARTA - Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia menjalani tes dan dinyatakan positif Covid-19. Dalam pernyataannya pada Selasa, 4 Januari 2022 seperti dikutip dari Reuters, pihak istana menyebut bahwa Raja dan Ratu telah mendapatkan tiga kali suntikan vaksin.
Terjangkitnya Raja dan Ratu ini berlangsung di tengah meningkatnya infeksi di negara Nordik yang didorong oleh varian baru virus Omicron. Swedia menetapkan rekor harian baru untuk kasus Covid-19, pada hari Selasa, sebanyak 11.507 kasus.
"Raja dan Ratu, yang divaksinasi penuh dengan tiga suntikan, memiliki gejala ringan dan merasa baik-baik saja, mengingat keadaannya," kata istana dalam sebuah pernyataan. Istana mengatakan raja, yang berusia 75 tahun dan ratu yang berusia 78 tahun kini mengisolasi diri dari pekerjaan dan orang-orang yang pernah berhubungan dengan mereka sedang dilacak.
Carl Gustaf, yang perannya sebagian besar pada acara seremonial, menjadi kepala negara Swedia pada usia 27 tahun, setelah kematian Raja Gustaf VI Adolf pada tahun 1973. Ia merupakan raja terlama di negara itu.
Putri Mahkota Victoria, putri sulungnya dan pewaris takhta, terkena virus pada Maret tahun lalu, begitu pula suaminya, Pangeran Daniel. Keduanya sembuh setelah menderita gejala ringan.
Setelah musim gugur yang tenang, Swedia mengalami lonjakan infeksi dalam beberapa pekan terakhir. Badan Kesehatan Masyarakat menyebutkan,dalam periode empat hari dari Jumat hingga Senin, negara itu mencatat 42.969 kasus baru dan 20 kematian.
Omicron telah menyebar dengan cepat, terutama di daerah perkotaan. Para ilmuwan memperkirakan sekarang menyumbang 50 persen atau lebih infeksi di daerah-daerah seperti ibu kota, Stockholm.
Bulan lalu, pemerintah memperketat pembatasan pertemuan publik dan mendesak semua orang yang bisa untuk bekerja dari rumah. Pembatasan masih relatif terbatas, sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui pandemi menghindari lockdown total.
Jumlah kematian COVID negara itu jauh lebih tinggi per kapita daripada tetangga Nordiknya, yang memberlakukan pembatasan lebih ketat di awal pandemi, tetapi lebih rendah daripada banyak negara Eropa yang dikunci.
Raja Carl Gustaf menjadi berita utama di Swedia pada tahun 2020 ketika dia mengatakan negaranya telah gagal dalam penanganan Covid-19, kritik tajam terhadap kebijakan pandemi yang sebagian disalahkan atas angka kematian yang tinggi di kalangan orang tua.