• Gaya Hidup

Tukar Sampah dengan Beras, Selamatkan Hidup Warga Gianyar

Yati Maulana | Kamis, 30/12/2021 11:55 WIB
Tukar Sampah dengan Beras, Selamatkan Hidup Warga Gianyar Warga Gianyar menukar sampah plastik dengan beras

GIANYAR - Bagi pemilik toko oleh-oleh khas Bali, I Kadek Rai Nama Rupat, dua tahun terakhir di masa pandemi Covid-19 adalah perjuangan untuk bertahan hidup. Pandemi ini membatasi kedatangan turis asing yang biasanya memadati Pulau Bali, sehingga berimbas pada sektor ekonomi yang juga diikuti kenaikan harga pangan.

Tetapi sebuah kelompok nirlaba lokal menawarkan bantuan dengan menukar beras dengan sampah plastik yang kemudian dijual ke perusahaan daur ulang. "Setiap potongan sampah plastik sangat berharga bagi penduduk desa saat ini dan bagi perekonomian kita," kata Rupat, seperti dikutip dari Reuters.

Rupat menukar sekitar empat kilogram sampah plastik dengan satu kilogram beras. Beras berharga sekitar Rp 15.000-20.000 per kilogram. Diperkirakan penduduk setempat mengkonsumsi sekitar dua kilogram beras sehari bagi satu keluarga yang terdiri dari empat orang. Pertukaran ini dinilai sepadan dengan usaha yang dilakukan dan hasil yang didapat.

Bali Plastic Exchange didirikan pada Mei tahun lalu oleh I Made Janur Yasa, yang seperti banyak orang Bali melihat bisnis utamanya menjalankan restoran vegan yang terpukul keras oleh pandemi. Pria berusia 55 tahun itu mengatakan kekuatan pendorong di balik proyeknya adalah keinginan untuk memberi makan masyarakat di provinsi asalnya di Bali dan untuk memperbaiki lingkungan.

Indonesia adalah penyumbang polutan plastik terbesar kedua di dunia di lautan, menurut sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Science.

Tidak ada batasan berapa banyak sampah plastik yang dapat dibawa seseorang, meskipun penyelenggara mendorong orang untuk mengumpulkan sampah dari lingkungan mereka sendiri.

Setelah menyebar dari mulut ke mulut, inisiatif ini telah membantu mendukung sekitar 40.000 keluarga di 200 desa, sambil mendaur ulang hampir 600 ton (544 ton) sampah plastik. "Program ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat," kata Yasa yang berharap dapat meluaskan usahanya ke provinsi lain di Indonesia.

FOLLOW US