Seorang penduduk menyelamatkan barang-barang dari rumah yang hancur di Mayfield. (Foto: BBC)
JAKARTA - Gubernur (Andy Beshear) Kentucky mengatakan bahwa korban tewas akibat tornado kuat yang menghancurkan beberapa kota kemungkinan akan melewati 100 korban, karena harapan untuk menemukan korban selamat semakin berkurang.
Beshear juga mengatakan ini adalah peristiwa tornado paling dahsyat dalam sejarah negara bagian itu, dengan setidaknya 80 kematian dikonfirmasi.
"Tidak ada yang berdiri di garis langsung tornado yang masih berdiri," katanya dilansir dari BBC.
Empat belas kematian telah dilaporkan di empat negara bagian lainnya.
Presiden Joe Biden telah mengumumkan bencana federal besar di Kentucky dan memerintahkan bantuan federal untuk disediakan ke daerah-daerah yang paling parah terkena dampak.
Petugas penyelamat mencari puing-puing untuk mencari korban selamat sementara tim mendistribusikan air dan generator ke penduduk. Lebih dari 300 anggota Garda Nasional pergi dari pintu ke pintu dan membersihkan puing-puing.
"Kami masih berharap saat kami bergerak maju untuk beberapa keajaiban untuk menemukan lebih banyak orang," kata gubernur selama kunjungan ke kota Mayfield, salah satu yang paling terpukul.
Beshear mengatakan tornado telah menghancurkan tempat-tempat sepanjang 227 mil (365km) jalurnya. Ribuan orang rumahnya hancur meskipun jumlah pastinya masih belum jelas.
Dengan bencana tersebut, Presiden Biden mengatakan dia akan meminta Badan Perlindungan Lingkungan untuk memeriksa peran apa yang mungkin dimainkan oleh perubahan iklim dalam badai.