Gambaran mobil yang terbakar di luar rumah sakit yang telah beredar luas di media sosial. (foto: BBC Indonesia )
Katakini.com,- Tiga pria ditangkap oleh polisi kontra-terorisme Inggris menyusul ledakan mobil di Liverpool, yang menewaskan satu orang dan melukai lainnya, kata sebuah pernyataan, Minggu.
Para pria tersebut, berusia 29, 26, dan 21 tahun ditahan di daerah Kensington di Liverpool dan kemudian ditangkap berdasarkan Undang-Undang Terorisme, sehubungan dengan ledakan yang terjadi di luar Rumah Sakit Wanita Liverpool, menurut pernyataan itu.
“Penumpang mobil - seorang pria - dinyatakan tewas di tempat kejadian dan belum diidentifikasi secara resmi.
"Sopir - juga seorang pria - terluka di tempat kejadian dan masih berada di rumah sakit dalam kondisi stabil," kata pernyataan itu.
"Detektif dari Polisi Kontra Terorisme North West terus berpikiran terbuka tentang penyebab ledakan dan bekerja sama dengan rekan-rekan di Polisi Merseyside saat penyelidikan berlanjut," tambahnya.
Polisi Merseyside mengatakan mereka dipanggil ke Rumah Sakit Wanita Liverpool pada pukul 10.59 pagi karena insiden pada hari Minggu.
Gambar yang menunjukkan mobil terbakar sebagian besar dibagikan di media sosial.
Sebelumnya pada hari itu, polisi setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Sayangnya, kami dapat mengkonfirmasi bahwa satu orang telah meninggal dan satu lagi telah dibawa ke rumah sakit di mana dia dirawat karena luka-lukanya, yang untungnya tidak mengancam jiwa," penduduk setempat, kata polisi.
Saksi mata mengatakan sebuah taksi berhenti di rumah sakit sebelum ledakan fatal itu.
"Sejauh ini kami memahami bahwa mobil yang terlibat adalah taksi yang berhenti di rumah sakit sesaat sebelum ledakan terjadi," kata pernyataan itu juga.
Rumah sakit mengatakan membatasi pengunjung sampai pemberitahuan lebih lanjut, dengan pasien dialihkan ke rumah sakit lain jika memungkinkan, dan staf dapat pergi dan masuk di bawah pengawasan polisi.
"Saya terus diperbarui secara teratur tentang insiden mengerikan di Rumah Sakit Wanita Liverpool," tulis Menteri Dalam Negeri Priti Patel di Twitter.
“Polisi dan layanan darurat kami bekerja keras untuk menetapkan apa yang terjadi dan memang benar mereka diberi waktu dan ruang untuk melakukannya,” katanya.
Walikota Liverpool Joanne Anderson mengatakan: “Insiden di Rumah Sakit Wanita Liverpool meresahkan dan mengecewakan dan pikiran saya bersama mereka yang terkena dampak. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada layanan darurat atas tanggapan cepat mereka dan untuk menenangkan situasi.”(AA)