• Nusa Tenggara Timur

Komit Turunkan Angka Kemiskinan, Gubernur NTT Minta BPS Tampilkan Data Riil

Semy Andy Pah | Rabu, 29/09/2021 10:04 WIB
 Komit Turunkan Angka Kemiskinan, Gubernur NTT Minta BPS Tampilkan Data Riil Viktor Bungtilu Laiskodat

katakini.com--Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan di provinsi yang dipimpinnya. Hanya saja, orang nomor satu di NTT ini sangat berharap agar BPS NTT bisa menampilkan data yang lebih riil terkait kabupaten miskin di NTT.

"Kita belum punya data base yang baik. Di mana kantong kemiskinanan, siapa yang miskin, kenapa dia miskin, sehingga saat pemerintah lakukan intervensi maka dana pemerintah dapat menjawab tantangan kemiskinan ini," kata Viktor Laiskodat usai Rakor Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem bersama Wapres RI, Maruf Amin secara virtual, Selasa (28/9/2021).

Viktor mempertanyakan data kemiskinan NTT yang dikeluarkan oleh BPS NTT kurang terlalu tepat sehingga perlu duduk bersama BPS NTT agar bisa menyelesaikan data base terkait kemiskinan.

Di NTT jelas Viktor, ada lima kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi yaitu adalah Kabupaten Sumba Tengah, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Namun kata dia, data yang ditampil BPS NTT sedikit berbeda yakni ada lima daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi yakni Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Tengah dan Manggarai Timur.

Selain itu kata Viktor Laiskodat, Kabupaten Sabu Raijua justru tidak muncul, padahal daerah ini termasuk kabupaten termiskin kedua di NTT.

"Sebagai gubernur yang selalu ada bersama rakyat dan senantiasa ada di lapangan, saya minta tolong BPS agar bisa tampilkan data yang lebih asli," tegas Viktor laiskodat.

"Melalui forum ini, saya mengusulkan agar kita serius menyelesaikan persoalan data ini. Ini juga problem kami di NTT. Kami sedang menyiapkan data yang lebih baik sehingga kami tahu siapa yang miskin dan di mana dia berada, untuk menyusun perencanaan pemerintah yang tepat sasar," sambung Viktor.

Menurut Viktor, jumlah penduduk miskin di NTT adalah 20,99 persen atau 1.169.310 jiwa. Sementara penduduk miskin ekstrem sebesar 11 persen atau 608.901 jiwa.

Untuk penanggulangan kemiskinan jelas Viktor membutuhkan strategi yang komprehensif bukan sekadar memberikan bantuan pemberdayaan dan bantuan sosial.

"Bantuan langsung tunai dan subsidi ini tentu baik. Namun juga harus dipikirkan strategi untuk menuntaskan kemiskinan secara mendasar,` katanya.

Viktor kembali menyatakan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan. Tentu juga dibutuhkan dukungan pemerintah pusat terutama bantuan pengadaan alat-alat pertanian untuk tanam dan panen yang lebih banyak.

"Kami terus berupaya secara serius untuk mendorong pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan. Selain itu, kita juga sedang mendorong agar desain pendidikan di NTT disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang ada," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa bicara kemiskinan berhubungan juga dengan desain pendidikan, kesehatan, dan desain ekonomi lewat pertanian, peternakan, perikanan dan lintas sektor lainnya.

FOLLOW US