Salah seorang pendiri Taliban, Abdul Ghani Baradar. Foto: bbc
KABUL - Salah satu pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar akan memimpin pemerintahan baru Afghanistan.
Demikian menurut beberapa sumber dalam kelompok itu pada hari Jumat (3/09/2021).
Dilansir dari CNA, hal tersebut dikatakan ketika para pejuang Taliban sedang memerangi pasukan yang setia kepada republik yang ditaklukkan di Lembah Panjshir di utara Kabul.
Tetapi prioritas paling mendesak pemerintah baru adalah mencegah runtuhnya ekonomi dan kerusakan akibat konflik 20 tahun yang menewaskan sekitar 240.000 warga Afghanistan sebelum pasukan Amerika Serikat menyelesaikan penarikan pasukan pada 30 Agustus.
Yang dipertaruhkan adalah apakah Taliban dapat memerintah negara yang menghadapi krisis ekonomi, bencana kemanusiaan, dan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas dari kelompok-kelompok saingan, termasuk cabang lokal ISIS.
Baradar, yang mengepalai kantor politik Taliban, akan bergabung dengan Mullah Mohammad Yaqoob, putra mendiang salah satu pendiri Taliban Mullah Omar, dan Sher Mohammad Abbas Stanikzai, dalam posisi senior di pemerintahan, kata tiga sumber.
"Semua pemimpin puncak telah tiba di Kabul, di mana persiapan sedang dalam tahap akhir untuk mengumumkan pemerintahan baru," kata seorang pejabat Taliban kepada Reuters, yang berbicara dengan syarat anonim.
Haibatullah Akhundzada, pemimpin agama tertinggi Taliban, akan fokus pada masalah agama dan pemerintahan dalam kerangka Islam, kata sumber Taliban lainnya..
Semua sumber memperkirakan Kabinet pemerintah sementara akan segera diselesaikan, tetapi berbeda tentan gkapan tepatnya, dengan beberapa mengatakan itu akan diselesaikan pada hari Jumat sementara yang lain merasa itu akan memakan waktu hingga pertengahan minggu depan.