Ilustrasi. Pengungsi Afghanistan (foto: AFP/ foreignpolicy.com)
Katakini.com,- Sekitar 390.000 orang telah mengungsi di Afghanistan di tengah serangan Taliban mengikuti serangkaian aksi pembunuhan berencana pada 2021, lapor PBB pada Rabu.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan terjadi "lonjakan besar" perpindahan penduduk sejak Mei di mana sekitar 5.800 Pengungsi Internal (IDP) tiba di Kabul antara 1 Juli dan 5 Agustus.
Para pengungsi mencari keselamatan dari konflik dan ancaman lainnya, sebagian besar mereka tinggal bersama keluarga dan teman, tetapi beberapa tinggal di tempat terbuka.
"Meski situasi keamanan memburuk, badan-badan kemanusiaan tetap tinggal dan memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan," kata Dujarric kepada wartawan di markas besar PBB di New York.
Mereka yang membutuhkan bantuan mencapai 7,8 juta orang dalam enam bulan pertama tahun ini.
Sepuluh tim telah dikerahkan sejauh ini ke Afghanistan untuk menilai situasi orang-orang yang tinggal di tempat terbuka di Kabul.
Mereka telah mengidentifikasi lebih dari 4.500 pria, wanita dan anak-anak yang membutuhkan tempat tinggal, makanan, sanitasi dan air minum, tutur Dujarric.
Kekerasan meningkat di Afghanistan ketika pasukan asing pimpinan AS ditarik setelah 20 tahun operasi militer di sana.
Taliban telah merebut sembilan pusat provinsi dari pasukan pemerintah dalam enam hari.(AA)