• News

Istana Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Kalahkan Negara Maju

Eko Budhiarto | Jum'at, 05/02/2021 14:02 WIB
  Istana Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Kalahkan Negara Maju Ilustrasi

Katakini.com - Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2020 yang sebesar minus 2,19 persen (year on year/yoy) mengindikasikan berlanjutnya jalan menuju pemulihan. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diklaim mengalahkan beberapa negara maju.

“Ekonomi Indonesia kuartal IV 2020 terkontraksi -2,19 persen (yoy), hal tersebut sudah sesuai dengan yang diperkirakan, dan menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal III (yoy) yang - 3,49 persen dan II (yoy) -5,32 persen,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Arif mengatakan pertumbuhan ekonomi yang masih terkontraksi itu karena tekanan dari dampak pandemi COVID-19 yang begitu besar menghantam perekonomian domestik, baik dari sisi konsumsi dan investasi.

Pandemi juga telah menggoyahkan ekonomi global yang berimbas pada turunnya kegiatan perdagangan internasional.

“Dampak pandemi juga terasa di kuartal IV 2020, ketika agenda tahunan seperti Natal dan Tahun Baru tidak cukup kuat dalam menggerakan ekonomi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar dia.

Namun, Arif mengklaim, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara mitra dagang utama di periode yang sama, seperti dengan Singapura yang minus 5,8 persen, Amerika Serikat (-3,5 persen), Uni Eropa -6,4 persen, kondisi ekonomi Indonesia relatif lebih baik.

Untuk keseluruhan 2020 yang lalu, pertumbuhan ekonomi RI tercatat - 2,07 persen (yoy), namun pengeluaran konsumsi pemerintah masih tumbuh 1,94 persen.

Dia meyakini jika disiplin protokol kesehatan terus terjaga, dan konsumsi masyarakat terus menggeliat, maka pada 2021, ekonomi Indonesia dapat tumbuh positif dan sesuai harapan.