Pelayaran perdana ferry jarak jauh yang dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry dari Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Minggu (10/1/2021).
Katakini.com-Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, membuka layanan angkutan penyeberangan jarak jauh atau Long Distance Ferry (LDF).
Layanan yang dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry ini diluncurkan secara resmi oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) R Agus H Purnomo hari ini, Minggu (10/1/2021).
Dalam pelayaran perdana ini kapal ini mengangkut kargo kendaraan sebanyak 98 unit kendaraan kecil dan 1 truk besar bermuatan 40 unit sepeda motor.
Lebih lanjut dijelaskan Agus pelayaran ferry jarak jauh ini akan melayani tiga rute yaitu Patimban-Panjang, Patimban-Pontianak dan Patimban-Banjarmasin.
"Tidak menutup kemungkinan kalau kargonya meningkat, operator lain juga bisa ikut melayani disini. Selain ASDP operator ro-ro kan banyak juga, nanti kawan-kawan Pelindo 3 sedang bicara dengan mereka supaya ini bisa terus berlanjut," jelas Dirjen Agus.Agus mengaku saat ini pihaknya sedang mempersiapkan Pelabuhan Patimban agar dapat segera melayani pengiriman kontainer. Terkait hal tersebut Agus mengatakan nanti akan disediakan portable crane termasuk lebar alur. Ia berharap dengan begitu dalam waktu dekat Pelabuhan Patimban dapat segera melayani aktivitas ekspor-impor."Paling cepat pertengah tahun ini, sebelum Juni. Tapi kita akan berusaha supaya dermaga kontainer ini mulai dioperasikan. Kami upayakan nanti ada crane, dan lain sebagainya. Saya berharap Insha Allah akhir bulan ini atau awal bulan depan sudah ada kargo lain selain mobil," ungkapnya.Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengungkapkan tujuan lain dalam Penetapan lintas Patimban - Panjang tersebut untuk mengurangi kemacetan dan beban jalan akibat volume kendaraan yang besar serta dimensi dan volume muatan kendaraan yang menyalahi ketentuan Over Dimension Over Load (ODOL) serta mengurangi tingkat polusi udara dari emisi gas buang angkutan jalan. “Yang kita harapkan ke depannya setelah rute Patimban - Panjang ini dapat mengajak asosiasi logistik untuk menggerakkan beberapa komoditas logistik yang dapat dibawa dari Jawa ke Pontianak dan Banjarmasin. Dengan adanya peresmian pelayaran perdana rute Patimban- Panjang ini semoga semakin memperlancar distribusi logistik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sekitarnya karena Pelabuhan Patimban memiliki peran strategis dalam pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat juga secara nasional,” jelas Dirjen Budi.Dalam pelayaran perdana ini, Dirjen Budi berharap pada operator pelabuhan untuk memberikan pelayanan prima dengan menjaga ketepatan jadwal keberangkatan dan sandar kapal serta kecepatan pelayaran untuk menumbuhkan demand angkutan. Ia menilai juga penting untuk menyediakan fasilitas portal dan jembatan timbang untuk mencegah kendaraan ODOL serta melakukan pengaturan/rekayasa lalu lintas dalam pelabuhan dan menyediakan buffer zone.“Operator pelabuhan diharap dapat menjamin ketersediaan BBM dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti BPH Migas serta menjamin ketersediaan air tawar. Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi saya juga meminta agar