• News

AP II Yakini Stimulus PSC Berdampak Positif pada Penerbangan

Tim Cek Fakta | Minggu, 25/10/2020 21:17 WIB
AP II Yakini Stimulus PSC Berdampak Positif pada Penerbangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Foto: katakini.com/ap2

Katakini.com  – PT Angkasa Pura II (Persero) optimistis stimulus tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau dikenal juga dengan Passenger Service Charge (PSC) dapat berdampak positif pada peningkatan lalu lintas penerbangan.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan memberikan stimulus PSC bagi 5 bandara PT Angkasa Pura II yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Banyuwangi dan Silangit. Melalui stimulus tersebut, penumpang yang berangkat dari 5 bandara itu dibebaskan dari tarif PSC hingga keberangkatan pukul 00.01 WIB pada 1 Januari 2021 bagi yang membeli tiket mulai 23 Oktober – 31 Desember 2020.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan bersama stakeholder akan memanfaatkan stimulus ini secara maksimal. 

“Dukungan yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan secara maksimal, sehingga aktivitas perekonomian tetap terjaga di tengah pandemi. Bandara Soekarno-Hatta sebagai  jangkar rute domestik (anchor airport) memiliki peran penting karena dapat menjadi motor penggerak penerbangan nasional,” jelas Muhammad Awaluddin di Jakarta, Minggu (25/10/2020).

Menurut Awaluddin setidaknya ada lima dampak positif dari stimulus PSC ini. Pertama, meningkatkan utilisasi slot time penerbangan di atas 40%.

Sebagai contoh, Bandara Soekarno-Hatta memiliki 1.367 daily slot plan yang artinya di dalam 1 hari dapat melayani sebanyak 1.367 penerbangan (take off/landing).

Adapun data pada 22 Oktober 2020 menunjukkan jumlah penerbangan pada hari itu sebanyak 517 penerbangan, atau sekitar 38% dari kapasitas slot yang ada.

“Kami menargetkan utilisasi slot penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat menyentuh sekitar 600 penerbangan per hari pada November, atau sekitar 43% dari kapasitas. Pada Oktober, rata-rata penerbangan masih sebanyak 400 – 500 penerbangan per hari,” jelas Muhammad Awaluddin.

Kedu,  rute dan destinasi penerbangan semakin bertambah. Pada saat normal, Bandara Soekarno-Hatta memiliki 81 destinasi (rute tujuan penerbangan), sementara berdasarkan data 22 Oktober 2020 rute yang dilayani sebanyak 63 destinasi.

“Sejalan dengan adanya stimulus PSC, maka diharapkan destinasi yang dibuka kembali dapat semakin banyak hingga mencapai kondisi pada saat normal,” katanya.

Ketiga, frekwensi penerbangan di satu rute dapat mencapai ratio utilisasi 50%. Frekwensi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan dapat minimal mencapai ratio 50% khususnya untuk rute-rute sibuk seperti  Jakarta – Denpasar, Jakarta – Medan,  dan Jakarta – Surabaya.

Keempat,  ingkat keterisian penumpang di pesawat (load factor) dapat meningkat dariI berkisar 40% hingga 45% menjadi 70%, sesuai peraturan sesuai SE Dirjen Perhubungan Udara No 13/200 .

Dampak positif terakhir, jumlah penumpang pada November dapat meningkat tumbuh 20%  menjadi 1,74 juta orang, dibandingkan dengan Oktober.

“Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, penumpang pada November diperkirakan mencapai 1,35 juta,” kata Awaliuddin.

Adapun sepanjang tahun 2020 ini diperkirakan jumlah penumpang di 19 bandara PT Angkasa Pura II dapat mencapai sekitar 35 juta pergerakan orang.