Panen padi PT Food Station Tjipinang Jaya di lahan milik PT Sang Hyang Seri,Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Jumat (23/10/2020) (foto: Food Station)
InfoFoodStation - Jajaran direksi dan komisaris PT Food Station Tjipinang Jaya, hari ini, Jumat (23/10/2020) melakukan panen padi di lahan persawahan milik PT Shang Hyang Seri (SHS), di Sukamandi, Jawa Barat. Lahan seluas 1.000 hektare tersebut telah dikerjasamakan dengan Food Station.
Direksi yang hadir, yakni Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi, Direktur Keuangan dan Umum Thomas Hadinata dan Direktur Operasional Frans M Tambunan. Adapun Komisaris yang hadir yakni Komisaris Utama Sudirman Said dan Mayjen TNI (Pur) Abdul Rahman Kadir.
Dalam kunjungan tersebut, Food Station juga mengundang perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kantor Perwakilan Wilayah BI Jakarta dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini banyak berkordinasi dan bekerjasam dengan Food Station. Yakni Badan Pembinaan BUMD Jakarta, Biro Perekonomian, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Dinas UMKM. Hadir pula mitra makloon Food Station.
Arief mengatakan, pihaknnya sengaja mengundang banyak pemangku kepentingan agar bisa melihat langsung lahan panen milik PT SHS yang sudah dikerjasamakan dengan Food Station.
“Ada lahan seluas 1.000 hektar milik PT SHS yang dikerjasamakan dengan kami dan akan dipanen hari ini dan hasilnya akan segera dikirim ke Jakarta,” ujar Arief.
Untuk diketahui, pada Kamis, 8 Oktober 2020 lalu, PT Food Station Tjipinang Jaya sudah menggelar kerja sama pengadaan beras di lahan seluas 1000 hektar dengan PT Shang Hyang Seri (SHS), di Sukamandi, Jawa Barat. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mengantisipasi paceklik di penghujung tahun 2020.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya dan Karyawan Gunarso selaku Direktur Utama PT Sang Hyang Seri.
“Kerjasama ini dilakukan sebagai antisipasi menghadapi paceklik yang biasa terjadi di akhir tahun. Food Station menjadi stanby buyer dari 1000 hektar tanaman padi di lahan yang dimiliki SHS. Adapun lahan yang dikerjasamakan seluas 1000 hektar dari 3000 hektar total luas lahan yang dimiliki oleh SHS,” jelas Arief.
Menurut Arief, biasanya paceklik terjadi pada dua prnghujung tahun, yakni November dan Desember. Oleh karena itu, Food Station harus melakukan antisipasi agar pasokan tetap terjaga.
Melalui kerjasama dengan SHS ini lanjut Arief, Food Station akan mendapatkan pasokan 20 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP) sampai dengan akhir tahun 2020, dengan estimasi produktifitas per hektarnya rata-rata 6 ton.
“Tahun depan kalau sukses, kerja sama akan diperluas dengan mekanisme contract farming. Melalui sistem ini, Food Station bisa meminta SHS menanam varietas tertentu di lahan yang dikerjasamakan,” jelas Arief.