Ilustrasi Bawang Merah
JAKARTA (ETODAY) - Pengamat pertanian Dwi Andreas Santosa meminta pemerintah untuk mewaspadai importasi bawang merah yang berlabel bawang bombai karena berpotensi merusak pasar dan mengganggu harga bawang merah lokal.
Dwi Andreas dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin (11/6), mengatakan karakteristik antara bawang merah dan bawang bombai sangat berbeda sehingga sangat mengherankan apabila bawang bombai mudah terjual sebagai bawang merah.
"Sudah tentu mesti ditata ulang lagi, apakah betul itu bawang bombai yang ukurannya kecil atau memang bawang merah," katanya.
Ia menjelaskan bawang bombai hanya memiliki satu umbi, sedangkan bawang merah terdiri atas beberapa umbi, sehingga apabila terdapat kesalahan impor dapat sepenuhnya terdeteksi dengan mudah.