Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat membuka Sidang Tahunan MPR RI di Ruang Sidang Paripurna, Kompleks Parlemen, Jumat (14/8)
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani mengingatkan agar ruang publik tidak dipenuhi dengan bahasa yang merendahkan martabat manusia.
"Kita tidak boleh membiarkan ruang publik dipenuhi dengan bahasa yang merendahkan martabat manusia," kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8).
Menurut dia, perbedaan pilihan dan pandangan politik tidak seharusnya merusak hubungan antarmasyarakat.
Perbedaan politik, kata Muzani, juga jangan sampai memecah persahabatan, kekeluargaan, maupun menumbuhkan kebencian di antara sesama anak bangsa.
"Karena itu, marilah kita membangun budaya politik yang lebih beradab, yang berciri keras dalam gagasan, tapi santun dalam penyampaian, teguh dalam pendirian, tapi terbuka dalam musyawarah, berani mengkritik, tapi tidak menghilangkan penghormatan kepada sesama," tutur dia.
Tak hanya itu, ia menyinggung soal kebebasan yang perlu disertai tanggung jawab. Menurut dia, kemerdekaan berbicara harus disampaikan dengan argumentasi.
"Perbedaan tidak dijadikan alasan untuk melakukan penghinaan," ujar Muzani.
Sebagai informasi, Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Dalam sidang tahunan ini, Presiden Prabowo dijadwalkan akan menyampaikan pidato sebanyak dua kali.