Ilustrasi bersalaman (foto:suaramuhammadiyah)
Katakini.com - Membalas kebaikan orang lain merupakan salah satu akhlak terpuji yang sangat dijunjung tinggi dalam ajaran Islam.
Prinsip dasar pembalasan kebaikan ini ditegaskan Allah SWT dalam Surah Ar-Rahman ayat 60 yang menyatakan bahwa tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan pula.
Islam mengajarkan agar seorang muslim tidak menjadi pribadi yang kufur nikmat maupun melupakan jasa orang lain.
Rasulullah SAW menekankan pentingnya menghargai sesama melalui hadis riwayat Abu Dawud yang menyatakan bahwa barang siapa tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.
Bentuk pembalasan kebaikan paling sederhana namun sangat mulia adalah dengan mendoakan kebaikan bagi orang yang telah menolong kita.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang diucapkannya Jazakallahu khairan, maka sungguh ia telah maksimal dalam memuji.
Saling membalas kebaikan juga menjadi sarana paling ampuh untuk merekatkan tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama.
Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk senantiasa membalas penghormatan dengan yang lebih baik sebagaimana firman-Nya dalam Surah An-Nisa ayat 86.
Memberikan hadiah atau bantuan balasan sesuai kemampuan sangat dianjurkan agar hubungan persaudaraan semakin erat dan harmonis.
Rasulullah SAW mencontohkan kebiasaan saling memberi dalam hadis riwayat Bukhari yang menyebutkan bahwa beliau senantiasa menerima hadiah dan membalasnya.
Sikap tahu berterima kasih ini menghindarkan jiwa seorang muslim dari sifat sombong dan merasa tidak membutuhkan orang lain.
Setiap kebaikan yang dibalas dengan tulus akan melahirkan lingkaran kebaikan baru yang membawa kedamaian bagi lingkungan masyarakat.
Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi siapa saja yang gemar berbuat baik dan menebar kemanfaatan.
Hal tersebut ditegaskan dalam Surah Al-Qasas ayat 77 yang memerintahkan manusia untuk berbuat baik sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya.
Dengan senantiasa membalas kebaikan orang lain, seorang hamba tidak hanya menyenangkan sesama tetapi juga meraih ridho dan keberkahan dari Allah SWT.