Ilustrasi - Orang tua mendampingi buah hatinya saat menggunakan internet (foto: wowkeren.com)
JAKARTA - Dalam tumbuh kembang anak, sosok ayah memiliki peran yang sangat krusial. Kehadiran ayah tidak hanya soal memenuhi kebutuhan materi keluarga, tetapi juga keterlibatan emosional melalui kehadiran yang utuh (presence).
Perhatian dan waktu berkualitas (quality time) dari seorang ayah terbukti dapat meningkatkan rasa percaya diri, kecerdasan emosional, serta ketahanan mental anak di masa depan.
Quality time tidak selalu harus mahal atau pergi berlibur ke tempat yang jauh. Yang terpenting adalah kedekatan, komunikasi, dan perhatian penuh tanpa terdistraksi oleh gawai (gadget).
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini 6 ide aktivitas quality time yang simpel, seru, dan berkesan yang bisa dilakukan ayah bersama anak:
Masuk ke dapur tidak hanya menjadi ranah ibu. Ayah dan anak bisa berkolaborasi membuat hidangan sederhana, seperti membuat pizza rumahan, membakar roti, atau sekadar membuat es krim buah.
Aktivitas memasak melatih anak belajar mengikuti petunjuk, mengasah motorik halus, dan menanamkan rasa bangga saat mereka bisa mencicipi masakan yang mereka buat sendiri bersama sang ayah.
Anak-anak memiliki energi yang sangat besar, dan ayah adalah rekan main fisik yang ideal. Ajak anak bersepeda di sekitar kompleks rumah, bermain bola di taman, atau mendaki bukit kecil.
Selain menjaga kesehatan tubuh, aktivitas fisik bersama ayah melatih keberanian, keseimbangan, serta semangat pantang menyerah dalam diri anak.
Ayah identik dengan ketangkasan dalam memegang peralatan perkakas. Ajak anak keterlibatan kecil dalam proyek sederhana, seperti merakit mainan kayu, mengecat ulang pot bunga, atau memperbaiki sepeda mereka yang rusak.
Kegiatan ini mengajarkan anak keterampilan memecahkan masalah (problem solving), kemandirian, dan cara menggunakan alat-alat dasar secara aman.
Menciptakan suasana petualangan tidak selalu harus pergi ke gunung. Ayah bisa mengajak anak mendirikan tenda kecil di halaman belakang atau menyusun benteng dari tumpukan selimut dan bantal di ruang keluarga.
Padamkan lampu utama, gunakan senter, lalu bagikan cerita dongeng atau kisah masa kecil ayah. Suasana hangat ini akan menjadi kenangan manis yang terus diingat anak hingga dewasa.
Membaca buku bukan hanya tugas ibu. Saat ayah yang membacakan cerita dengan ekspresi suara yang unik dan gaya yang humoris, anak akan merasa sangat terhibur.
Luangkan waktu 15–20 menit sebelum anak tidur untuk membaca buku bersama, lalu tutup dengan sesi tanya jawab ringan tentang perasaan mereka seharian itu.
Ayah dapat memosisikan diri sebagai "ilmuwan" bagi anak dengan melakukan eksperimen sains rumahan yang aman.
Misalnya, membuat gunung berapi dari cuka dan soda kue, mengamati serangga menggunakan kaca pembesar di taman, atau merakit roket air sederhana dari botol bekas.
Aktivitas ini sangat efektif memicu rasa ingin tahu (curiosity) dan minat belajar anak terhadap ilmu pengetahuan.