Citra satelit menunjukkan terminal minyak di Pulau Kharg, Iran, 25 Februari 2026 (Foto: Reuters)
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan sedang merencanakan kampanye pengeboman besar-besaran yang menargetkan fasilitas infrastruktur energi di Iran, dengan potensi serangan dilancarkan sepanjang akhir pekan ini.
Mengutip laporan CBS News dari beberapa sumber pada Jumat (31/7), Presiden AS Donald Trump hingga saat ini masih belum memberikan persetujuan akhir untuk mengeksekusi gempuran tersebut.
Rangkaian serangan ini diproyeksikan bakal menjadi salah satu aksi militer terkeras terhadap sektor energi Iran selama berkecamuknya perang AS-Israel melawan negara tersebut.
CBS News menambahkan, saat ini sedang berlangsung pembahasan internal di tingkat pejabat untuk menyelesaikannya sebelum pasar keuangan global kembali dibuka pada Senin mendatang.
Diberitakan sebelumnya, militer Iran menyatakan telah meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan berbagai fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait.
Aksi ini menandai berlanjutnya kembali pertempuran antara Washington dan Teheran di kawasan Timur Tengah setelah sempat mereda selama hampir sepekan, dan perundingan perdamaian yang belum mendapatkan titik temu.
Dalam sebuah pernyataan resmi, angkatan bersenjata Iran menyebutkan bahwa gempuran tersebut menyasar "tempat perlindungan pesawat tempur, sistem komunikasi satelit, dan fasilitas penyimpanan peralatan di Pangkalan Udara Ahmad Al-Jaber di Kuwait."