• Oase

Meninggalkan Perdebatan Demi Menjaga Keharmonisan Dan Kedamaian Bangsa

Anggoro Aristo Priambodo | Kamis, 30/07/2026 23:03 WIB
Meninggalkan Perdebatan Demi Menjaga Keharmonisan Dan Kedamaian Bangsa Ilustrasi perdebatan

Katakini.com - Dalam kehidupan berbangsa yang majemuk, perbedaan pendapat merupakan hal lumrah yang sering kali tidak dapat kita hindari.

Namun, perdebatan yang terus-menerus dipelihara tanpa arah justru berpotensi meretakkan tali persaudaraan sesama anak bangsa.

Rasulullah SAW dengan tegas menganjurkan umatnya untuk memadamkan ego demi menjaga iklim kedamaian bersama.

Beliau bersabda dalam hadis riwayat Abu Dawud, "Aku menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berada di pihak yang benar."

Pesan mulia tersebut menegaskan bahwa mengalah demi terciptanya kedamaian bukanlah tanda kelemahan, melainkan simbol kedewasaan iman.

Allah SWT secara eksplisit mengingatkan bahaya perselisihan dalam Surah Al-Anfal ayat 46 yang menegaskan agar kita tidak saling berbantahan yang dapat menyebabkan gentar dan hilangnya kekuatan.

Ayat tersebut menjadi peringatan keras bahwa energi bangsa akan terkuras habis jika masyarakat terus terjebak dalam pertengkaran verbal yang tidak berujung.

Islam menuntun setiap pemeluknya untuk selalu mengedepankan cara-cara yang santun dan penuh hikmah ketika menyampaikan sebuah kebenaran.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 125, ajakan kepada jalan Tuhan harus dilakukan dengan hikmah, pelajaran yang baik, dan perdebatan yang paling santun.

Mengutamakan dialog yang menyejukkan jauh lebih efektif daripada memaksakan kehendak yang hanya memicu kebencian sosial di tengah publik.

Keharmonisan nasional hanya dapat terwujud jika setiap elemen masyarakat bersedia menahan diri dari godaan untuk selalu merasa paling benar.

Rasulullah SAW telah meneladankan betapa indahnya persatuan melalui Piagam Madinah yang sukses menyatukan berbagai suku dan agama dalam naungan kedamaian.

Sebagai bagian dari elemen bangsa, sudah menjadi kewajiban umat Islam untuk tampil sebagai agen pemersatu dan pembawa kesejukan.

Marilah kita ubah energi perdebatan yang destruktif menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat luas.

Dengan berani meninggalkan perdebatan yang tidak produktif, kita telah mengambil langkah nyata dalam merawat persatuan serta kedamaian negeri tercinta.