Kapten timnas Belgia, Kevin De Bruyne (Foto: Getty Images)
JAKARTA - Kapten Tim Nasional Belgia, Kevin De Bruyne, mewanti-wanti rekan satu timnya untuk tidak cepat puas setelah mengunci tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026.
Peringatan ini disampaikan sang jenderal lapangan tengah usai Belgia sukses melibas Selandia Baru pada laga pamungkas Grup G di Stadion BC Place, Vancouver, Sabtu (27/6) WIB.
Kemenangan meyakinkan tersebut tidak hanya mengantarkan Setan Merah lolos, tetapi juga memastikan status mereka sebagai juara Grup G.
Kendati demikian, De Bruyne menegaskan bahwa ujian yang sesungguhnya bagi generasi baru Belgia baru saja akan berdiri di depan mata.
"Kami bermain dengan solid, menciptakan banyak peluang, dan mencetak banyak gol. Sekarang turnamen yang sebenarnya baru dimulai," ujar De Bruyne.
Belgia sempat mengawali kampanye mereka di Piala Dunia 2026 dengan performa yang kurang memuaskan di dua laga awal. Tekanan besar dari publik sempat membayangi skuat asuhan Domenico Tedesco tersebut.
Oleh karena itu, De Bruyne menilai pesta gol di laga terakhir menjadi momentum krusial bagi tim untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka.
Meski atmosfer ruang ganti sedang positif, gelandang veteran berusia 35 tahun itu mengingatkan bahwa format fase gugur tidak memberikan ruang bagi kesalahan sekecil apa pun.
"Mulai sekarang semuanya adalah hidup atau mati (all or nothing). Kami harus beristirahat dengan baik, mempersiapkan diri sebaik mungkin, lalu siap menghadapi pertandingan berikutnya," ucapnya.
Sebagai salah satu pemain paling senior yang telah membela panji Belgia selama 16 tahun, De Bruyne tidak menampik adanya ekspektasi raksasa yang selalu dibebankan ke pundaknya.
"Saya bukan lagi Kevin seperti delapan atau sembilan tahun lalu. Itu hal yang normal. Tetapi saya bangga dengan semua kerja keras yang saya lakukan agar tetap bisa berada di level ini," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa dedikasinya untuk negara tidak pernah luntur, melewati berbagai pasang surut emosi di turnamen-turnamen besar terdahulu.
"Selama 16 tahun membela Belgia, saya selalu memberikan segalanya untuk tim dan negara," ujarnya.
Setelah merampungkan urusan di Vancouver, armada Belgia kini langsung mengalihkan fokus penuh ke babak 32 besar yang dijadwalkan bakal digelar di Seattle pada 1 Juli mendatang.
Bagi De Bruyne dan kolega, laga di Seattle nanti akan menjadi panggung pembuktian mutlak apakah Setan Merah masih layak dipandang sebagai salah satu kandidat kuat pengangkat trofi Piala Dunia 2026, atau justru layu di awal babak penentuan.