Kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam Iran diduga menyerang sebuah kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz, ungkap laporan The Wall Street Journal, Kamis, mengutip sejumlah pejabat dan pelaut AS.
Angkatan Laut Iran tidak mengirimkan peringatan radio apa pun terhadap kapal-kapal tersebut dan tidak memerintahkan mereka untuk kembali sebelum melepaskan tembakan, kata laporan itu.
Tidak ada yang terluka akibat insiden tersebut, namun pusat kendali kapal itu telah rusak, ungkap laporan The Wall Street Journal itu.
Pada Selasa, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez mengumumkan dimulainya evakuasi ribuan pelaut dari kapal-kapal yang terdampar di Teluk Persia, yang terganggu oleh dugaan serangan tersebut.
Dominguez kemudian mencatat bahwa kapal yang rusak itu tidak transit dalam upaya evakuasi IMO, imbuh laporan itu.
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan pada Rabu bahwa lebih dari 70 kapal yang membawa sekitar 20 juta barel minyak telah bergerak di Selat Hormuz selama 24 jam terakhir.
Pada malam sebelum 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum yang mengatur diakhirinya perang yang dimulai pada 28 Februari.
Dokumen tersebut juga menetapkan batas waktu bagi AS untuk mencabut blokade lautnya terhadap pelabuhan di Iran, dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Iran juga berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir, dan masalah program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah.
Kedua belah pihak akan mengadakan negosiasi terkait masalah itu dalam waktu 60 hari. Bagi Teheran, pencabutan sanksi terhadap mereka menjadi prioritas utama.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti