• Info MPR

Ibas Ajak Organisasi Mahasiswa Perkuat Persatuan, Harmoni dan Pengabdian untuk Negeri

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 26/05/2026 09:12 WIB
Ibas Ajak Organisasi Mahasiswa Perkuat Persatuan, Harmoni dan Pengabdian untuk Negeri Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menghadiri dan memberikan sambutan dalam kegiatan Diskusi Kebangsaan Lintas Organisasi Mahasiswa yang mengangkat tema Merajut Kebangsaan, Menguatkan Indonesia (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menghadiri dan memberikan sambutan dalam kegiatan “Diskusi Kebangsaan Lintas Organisasi Mahasiswa” yang mengangkat tema “Merajut Kebangsaan, Menguatkan Indonesia: Pergerakan, Harmoni, dan Pengabdian untuk Negeri” pada Minggu, 25 Mei 2026, di Gedung MPR RI, Jakarta.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai organisasi mahasiswa lintas agama dan ideologi, di antaranya HMI, GMNI, IMM, KMHDI, HIKMAHBUDHI, PMKRI, KAMMI, GMKI, dan PMII. Turut mendampingi dalam agenda tersebut Sekretaris Fraksi Partai Demokrat MPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto, Kapoksi Komisi X DPR RI Sabam Sinaga, serta Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo.

Dalam sambutannya, Ibas menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar ruang diskusi, melainkan ruang kesadaran kolektif bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda.

“Indonesia tidak boleh ikut terpecah oleh perbedaan. Kita harus menjadi bangsa yang kuat bukan karena seragam, tetapi karena mampu merawat keberagaman,” ujarnya.

Ibas menilai tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari konflik geopolitik, ketimpangan ekonomi, krisis pangan dan energi, hingga ancaman polarisasi sosial akibat informasi yang tidak terkendali. Karena itu, mahasiswa dan pemuda diharapkan tetap menjadi kekuatan moral bangsa yang kritis, solutif, dan berorientasi pada pengabdian.

Mengutip pesan Tan Malaka bahwa “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu menegaskan bahwa idealisme generasi muda merupakan bahan bakar perubahan dan penentu arah masa depan bangsa.

Menurutnya, sejarah bangsa selalu mencatat keterlibatan mahasiswa dan pemuda dalam setiap momentum penting perjalanan Indonesia, mulai dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga Reformasi 1998.

“Kritis boleh, tetapi harus solutif. Berani harus, tetapi tetap bijaksana. Idealis wajib, tetapi juga realistis,” tegas Anggota Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat tersebut di hadapan peserta diskusi.

Ia juga mengajak organisasi mahasiswa untuk terus menjaga persaudaraan kebangsaan, memperkuat literasi digital, membangun dialog lintas identitas, serta turut mengawal konstitusi dan kebijakan pemerintah secara konstruktif.

Dalam kesempatan tersebut, lulusan Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce dari Curtin University, Perth, Australia itu menekankan bahwa pergerakan mahasiswa saat ini tidak cukup hanya menjadi gerakan kritik, tetapi juga harus mampu menjadi gerakan solusi dan pengabdian bagi masyarakat.

“Jika baik kita dukung, jika kurang kita kritisi dengan solusi, dan jika salah kita perbaiki bersama,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan generasi muda, lulusan Master of Science in International Political Economy dari Nanyang Technological University, Singapore tersebut juga menyerahkan puluhan beasiswa kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diberikan sebagai pemantik semangat agar mahasiswa dapat terus melanjutkan pendidikan, mengembangkan kapasitas diri, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, para mahasiswa yang hadir turut menyampaikan berbagai gagasan dan aspirasi terkait kondisi bangsa dan arah pemerintahan ke depan.

Susana selaku Ketua PMKRI menyampaikan pentingnya pemerataan pendidikan dan ruang pengembangan kapasitas generasi muda agar mahasiswa dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkontribusi bagi bangsa. Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil dan generasi muda.

Di sisi lain, Riyan yang mewakili IMM menyampaikan bahwa demokrasi harus tetap dijaga melalui ruang kebebasan berpendapat dan budaya kritik yang sehat. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada rakyat dan tidak meninggalkan nilai-nilai keadilan sosial serta kemanusiaan.

Para peserta diskusi juga berharap Indonesia dapat terus bergerak menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keutamaan bangsa. Mereka mendorong agar pemerintah mengurangi kebijakan yang dinilai tidak efektif dan bersifat pemborosan, sekaligus memperkuat sektor pendidikan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Anton Sukartono Suratto dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun fasilitas publik lainnya. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama para wakil rakyat di DPR RI akan terus mengupayakan perubahan nyata demi kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan itu, Sabam Sinaga dan Bramantyo Suwondo turut mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menyampaikan kritik dan gagasan secara terbuka. Mereka menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai penggerak demokrasi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional agar tetap berpihak kepada rakyat.

Menutup sambutannya, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk terus merajut kebangsaan dengan harmoni serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk memperkuat Indonesia.

“Mari kita jadikan mahasiswa sebagai penjaga masa depan bangsa,” pungkas mahasiswa Program Doktoral (S3) Manajemen dan Bisnis IPB University, Bogor, Indonesia tersebut.