Ilustrasi Tentara AS terlihat di pangkalan itu, di utara Baghdad, Irak (Foto: Reuters)
JAKARTA - Juru Bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTOM) Tim Hawkins mengatakan bahwa hampir 400 tentara AS terluka sejak berperang dengan Iran pada 28 Februari lalu.
Menurut Jubir CENTCOM Tim Hawkins, dari total 399 tentara yang terluka hingga saat ini, sebanyak tiga personel militer di antaranya mengalami luka serius.
Sementara itu, sebanyak 354 personel militer yang terluka telah kembali bertugas.
Sementara itu, jumlah tentara AS yang gugur masih tercatat 13 orang, dengan enam di antaranya tewas akibat tindakan musuh dan enam lainnya akibat serangan Iran di Kuwait.
Sementara itu, satu tentara tewas setelah mengalami luka-luka di Arab Saudi.
Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap kapal-kapal yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran di Teluk pada 12 April, menyusul gagalnya perundingan damai akhir pekan lalu.
Trump memperingatkan bahwa kapal-kapal perang Iran yang menantang blokade tersebut akan dihancurkan.
Blokade resmi berlaku mulai pukul 14.00 pada Senin (13/4), meski AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata dua pekan beberapa hari sebelumnya.
Pakistan selaku mediator dan Qatar terus menyerukan agar gencatan senjata tetap dihormati di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung.
Sekretaris Jenderal PBB Guterres menyerukan semua pihak untuk menghormati kebebasan navigasi di Selat Hormuz, setelah Iran dan kemudian AS secara bergantian memblokade jalur perairan kritis tersebut.
Selat yang menjadi jalur lintasan seperlima pasokan minyak dan gas dunia itu kini telah menjadi titik konflik utama, seiring AS dan Iran saling berupaya mendapatkan posisi tawar dalam negosiasi gencatan senjata.
"Blokade menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional serta jelas memperparah risiko eskalasi di kawasan yang sudah sangat bergejolak," ujar Iravani.