• News

Pengamat SDI: Cukup Baik Upaya Pemerintah Sikapi Kritik Cenderung Hoaks

Aliyudin Sofyan | Senin, 13/04/2026 11:38 WIB
Pengamat SDI: Cukup Baik Upaya Pemerintah Sikapi Kritik Cenderung Hoaks Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok. katakini

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kerap mendapat kritikan yang muncul di berbagai platform media, termasuk di media sosial (Mendsos) yang terus datang bergelombang.

Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute Frans Immanuel Saragih menyampaikan bahwa memberikan kritik dalam negara demokrasi adalah sesuatu yang wajar, tujuannya agar arah kebijakan terarah demi kesejahteraan masyarakat.

“Saya memperhatikan kritikan terhadap Prabowo-Gibran cukup luar biasa dan tiada henti, bukan hanya setiap bulan, bahkan hampir setiap minggu ada saja ujaran atau kritikan yang dialamatkan kepada pemerintah,” kata Frans di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Secara komunikasi politik seperti yang sering ia sampaikan dalam beberapa kesempatan bahwa tim komunikasi kepresidenan perlu lebih aktif dan lebih komunikatif lagi menyampaikan pesan atau program pemerintah kepada masyarakat.

“Selain itu jangan ada ucapan ucapan blunder dari para pemangku kebijakan,” katanya.

Menurut Frans, program yang dicanangkan Presiden Prabowo sudah cukup baik, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan lain-lain merupakan program yang cukup menjanjikan apabila dilaksanakan dengan baik.

“Dan kita bisa juga lihat bagaimana Presiden Prabowo cukup terbuka untuk berdialog dengan berbagai kalangan,” tutur Frans.

Begitu juga ketika para akademisi menyampaikan saran dan kritik dengan data yang akurat, Presiden Prabowo membuka ruang bertukar pikiran. “Tetapi kenapa kritik terus terjadi?” tanya Frans.

Menurut Frans, harus diperhatikan pola kritikan yang muncul. Bila pola kritikan tersebut masih dalam batas kewajaran, misalnya untuk ruang diskusi dan keilmuan, itu sah sah saja. “Tetapi kalau kritikan tersebut menimbulkan kegelisahan, maka itu tidak baik,” ujar Frans.

Menurutnya, dalam berdemokrasi memang setiap orang diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapatnya, tetapi orang tersebut harus mampu juga mempertanggungjawabkan apa yang dia sampaikan.

Ia melihat praktik di lapangan, khususnya di media sosial, cukup kerap banyak ujaran kebencian yang diutarakan, bahkan tidak jarang berita berita hoaks dan juga meme yang tidak benar. “Tetapi saya mengapresiasi positif bahwa pemerintah tidak melakukan upaya-upaya tertentu, semua tidak mengalami penindakan. Jadi pemerintah cukup baik memberikan ruang kebebasan kepada masyarakat,” ujarnya.

Di tengah dinamika kondisi geopolitik global yang sedang bergejolak, Frans memperhatikan pemerintah menjaga agar tidak terjadi lonjakan drastis, khususnya harga kebutuhan pokok masyarakat termasuk BBM masih dalam kondisi terkendali.

“Ini bentuk upaya pemerintah berkomunikasi kepada masyarakat bahwa selalu hadir untuk rakyat,” pungkas Frans.