• Gaya Hidup

Artemis II Sukses Mendarat Sempurna, Administator NASA: Saya Kehabisan Kata

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 11/04/2026 22:05 WIB
Artemis II Sukses Mendarat Sempurna, Administator NASA: Saya Kehabisan Kata Bumi dan Bulan terlihat dari pesawat ruang angkasa Orion NASA pada 28 November 2022 (FOTO: NASA)

JAKARTA - Misi bersejarah Artemis II resmi berakhir dengan pendaratan presisi di Samudra Pasifik pada 10 April 2026 waktu setempat. Kapsul Orion mendarat mulus di lepas pantai San Diego, menutup perjalanan manusia ke Bulan pertama dalam lebih dari 50 tahun.

Empat astronaut yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen kembali ke Bumi setelah menjalani misi selama 10 hari ke Bulan. Operasi evakuasi dilakukan oleh kapal Angkatan Laut AS USS John P. Murtha yang telah bersiaga di lokasi pendaratan.

Momen pendaratan berlangsung tepat pada pukul 20.07 EDT waktu setempat dan disebut sebagai “bullseye landing” karena tingkat akurasinya yang tinggi. NASA memastikan seluruh sistem pesawat bekerja optimal hingga akhir misi.

“Wahana dalam kondisi sangat baik,” ujar komentator misi dari NASA, Rob Navias, dalam siaran langsung dikutip dari .

Kepulangan Artemis II tergolong ekstrem karena kapsul memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 39.600 km/jam. Kecepatan ini jauh lebih tinggi dibandingkan misi dari orbit rendah seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional, sehingga menghasilkan panas hampir dua kali lipat.

Selama proses reentry, pelindung panas Orion harus menahan suhu hingga sekitar 2.800 derajat Celsius atau setara setengah suhu permukaan Matahari. Meski demikian, seluruh sistem berhasil bekerja sesuai desain dan menjaga keselamatan awak.

Proses paling menegangkan terjadi saat komunikasi terputus selama enam menit akibat plasma panas yang menyelimuti kapsul. Namun setelah itu, Orion kembali muncul dalam kondisi utuh sebelum parasut utama terbuka di ketinggian 22.000 kaki.

Parasut memperlambat kapsul hingga sekitar 32 km/jam sebelum akhirnya mendarat lembut di laut. Suasana haru dan sorak sorai pun pecah di pusat kendali misi di Houston saat kru dipastikan selamat.

Administrator NASA Jared Isaacman mengaku terharu menyaksikan momen tersebut. “Saya masih kehabisan kata-kata. Ini seperti mimpi masa kecil yang jadi kenyataan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari misi yang lebih besar. NASA menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2028 serta pembangunan basis permanen di sana.

Sepanjang misi, kru Artemis II juga berhasil menarik perhatian dunia dengan berbagai momen, mulai dari pengiriman gambar spektakuler hingga pesan kemanusiaan dari luar angkasa.

Astronaut Victor Glover bahkan menyebut misi ini sebagai pengalaman spiritual yang mempererat rasa kebersamaan umat manusia.

Keberhasilan Artemis II kini menjadi fondasi penting bagi langkah berikutnya dalam eksplorasi luar angkasa. Dengan misi ini, manusia kembali membuka jalan menuju Bulan setelah lebih dari setengah abad. (*)

Sumber: NASA, Live Science