Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan pidato di Ruang Roosevelt di Gedung Putih di Washington, AS (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim Wakil Presidennya (Wapres) JD Vance untuk menyelesaikan konflik di Iran.
Melansir Aljazeera, Jared Kushner dan Steve Witkoff masih akan mendampinginya, meski begitu hal ini menjadi pertanda bahwa Trump ingin menyampaikan pesan bahwa mereka ingin menyelesaikan kesepakatan ini.
Diketahui bahwa perang di Iran hanya didukung oleh kurang dari sepertiga warga AS, sehingga mendorong Trump untuk mengakhirinya.
Trump mengutus Vance ke Pakistan untuk menjadi negosiator penentu, dan kelihatannya kriteria utamanya adalah untuk mencapai kesepakatan, menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, dan menghentikan Iran agar tidak terus memperkaya uranium
Namun sebenarnya, yang ingin dia lakukan adalah mengakhiri perang ini dan mengklaim semacam kemenangan, dan untuk melakukan itu, dia harus membuka Selat Hormuz dan menjaganya tetap terbuka.
Diketahui bahwa untuk menyepakati kesepakatan gencatan senjatan dengan AS, Iran mengajukan 10 poin tuntuntan, berikut ini rinciannya:
1. penghentian seluruh bentuk agresi terhadap Iran.
2. pengakuan atas kendali Iran di Selat Hormuz.
3. penerimaan terhadap program pengayaan uranium.
4. pencabutan seluruh sanksi utama.
5. pencabutan sanksi sekunder.
6. penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran.
7. pengakhiran resolusi IAEA.
8. pemberian kompensasi kepada Iran.
9. penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan.
10. penghentian konflik di berbagai front, termasuk yang melibatkan sekutu Iran di kawasan.