Seorang pria memegang bendera Hizbullah, di Tyre, Lebanon selatan (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Kelompol milisi Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa pihaknya telah menargetkan serangan ke tentara Israel di sebuah rumah di kota Shamaa di Tyre, Lebanon Selatan pada Sabtu (11/4/2026).
Hizbullah juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyerang pemukiman Israel di Kiryat Shmona, Metula, dan Misgaz Am dengan peluncuran roket usai tengah malam.
Diketahui bahwa Israel masih memborbardir Lebanon di tengah kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sebuah pesawat tak berawak pengintai Israel melayang di atas ibu kota Lebanon hampir sepanjang malam dan pinggiran selatan Beirut telah kembali menjadi sasaran perintah evakuasi paksa oleh militer Israel.
Serangan kali ini, mencakup pinggiran kota Jnah, tempat ribuan orang yang mengungsi dari bagian lain ibu kota berlindung.
Selain itu, tempat ini juga merupakan lokasi dua rumah sakit.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyuarakan kekhawatiran tentang hal itu, dengan mengatakan bahwa rumah sakit-rumah sakit tersebut beroperasi dengan kapasitas penuh.
Mereka merawat 450 pasien yang tidak memiliki fasilitas medis alternatif untuk didatangi, dan itu karena rumah sakit di seluruh Lebanon masih kewalahan menangani sejumlah besar orang yang terluka dalam serangan Israel pada hari Rabu.
Lebih dari 1.000 orang terluka dan mereka masih berupaya menghitung dan mengidentifikasi korban tewas seiring berlanjutnya serangan ini.