Ilustrasi - hari Sabtu (Foto: tribunnews)
JAKARTA - Pernahkah Anda merasa cemas secara tiba-tiba di Sabtu sore, padahal hari libur masih tersisa satu hari lagi, Jika iya, Anda mungkin sedang mengalami fenomena Saturday Scaries.
Meskipun sering dikaitkan dengan hari Minggu (Sunday Scaries), kecemasan ini bisa muncul lebih awal bagi mereka yang memiliki tekanan kerja tinggi atau sulit memisahkan kehidupan pribadi dengan urusan kantor.
Agar waktu istirahat Anda tidak terganggu oleh bayang-bayang hari Senin, berikut adalah 6 tips jitu untuk menghadapi Saturday Scaries:
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan di hari Sabtu adalah "sekadar mengintip" grup WhatsApp atau email pekerjaan. Hal ini akan memicu otak kembali ke mode siaga dan stres.
Matikan notifikasi atau arsipkan sementara grup kantor agar pikiran Anda benar-benar hadir untuk diri sendiri dan keluarga.
Kecemasan muncul karena pikiran kita sudah melompat ke tumpukan tugas di masa depan.
Cobalah teknik mindfulness: nikmati aroma kopi Anda, rasakan udara sore, atau fokus pada percakapan dengan orang tersayang.
Menghargai momen saat ini adalah cara ampuh memutus rantai kecemasan.
Jika pikiran Anda terus-menerus memikirkan pekerjaan yang belum selesai, tuliskan semuanya di sebuah kertas atau aplikasi catatan.
Dengan "memindahkan" beban pikiran ke dalam daftar tugas (to-do list), otak akan merasa tugas tersebut sudah terorganisir dan Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkannya selama sisa akhir pekan.
Jangan hanya berdiam diri jika merasa cemas. Olahraga ringan seperti jalan santai di taman, bersepeda, atau yoga dapat membantu melepaskan hormon endorfin.
Aktivitas fisik adalah cara alami tubuh untuk membakar hormon kortisol yang memicu rasa stres.
Bagi sebagian orang, kafein yang berlebihan di hari Sabtu dapat memicu debaran jantung yang menyerupai sensasi kecemasan. Jika Anda merasa gelisah, cobalah ganti kopi sore Anda dengan teh herbal atau jus buah segar yang lebih menenangkan bagi sistem saraf.
Ubah Sabtu malam menjadi momen yang paling Anda nantikan. Anda bisa melakukan ritual self-care seperti mandi air hangat, membaca buku yang sudah lama tertunda, atau menonton film komedi.
Ritual yang menyenangkan akan memberi sinyal pada otak bahwa saat ini adalah waktunya untuk relaksasi, bukan untuk merasa terancam..