Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar (dua dari kiri) saat konferensi pers usai kegiatan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenko PM dan IKA UT (Foto: Habib/Katakini.com)
BOGOR - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau yang kerap disapa Cak Imin mengajak alumni Universitas Terbuka (UT) untuk terlibat aktif dalam program pemberdayaan masyarakat.
Dengan jumlah alumni yang mencapai 2,3 juta orang dan tersebar di berbagai belahan dunia, Cak Imin menekankan bahwa potensi ini merupakan kekuatan besar yang mesti digerakkan untuk kemajuan bangsa dan negara.
"Saya yakin kekuatan alumni UT adalah kekuatan bersama untuk terlibat dalam memajukan kehidupan bangsa dan negara kita," kata Menko PM dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenko PM dan IKA UT di Bogor.
Menurutnya, forum kolaborasi tersebut sangat penting untuk memperkuat jejaring yang sudah ada guna mendukung partisipasi alumni dalam penguatan pemberdayaan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi cara yang paling fundamental dan menjadi pemutus mata rantai kemiskinan yang paling utama bagi masyarakat Indonesia.
"Pendidikan adalah pemutus mata rantai kemiskinan yang paling utama," ujar Menko Muhaimin.
Pemerintah, lanjut Cak Imin, saat ini menargetkan angka kemiskinan ekstrem harus mencapai nol persen pada tahun ini, sedangkan kemiskinan relatif ditargetkan tidak lebih dari lima persen pada tahun 2029 mendatang.
"Pendekatan penanggulangan kemiskinan akan terus kita perbaiki dengan berbagai pola dan strategi yang terintegrasi, kolaboratif," katanya
Dalam kesempatan tersebut, Menko PM juga menyoroti visi Presiden Prabowo mengenai transformasi untuk menjadi bangsa yang kuat dan mandiri.
Ia mencontohkan bahwa dalam waktu satu setengah tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia telah berhasil membuktikan kemandirian pangan dengan stok pangan nasional terbesar dalam sejarah perjalanan bangsa.
"Pemerintahan di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo telah membuktikan Indonesia telah menjadi negara yang mandiri di bidang pangan dan stok pangan kita tercukup Hanya dalam waktu satu tahun setengah," ujar Menko PM.
Lebih lanjut, Muhaimin mengajak seluruh alumni UT untuk bersama-sama menyongsong program hilirisasi industri agar kemajuan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat yang nyata.
Ia menilai bahwa kehadiran UT di tengah masyarakat merupakan bukti nyata bahwa negara hadir dalam memberikan layanan pendidikan yang mudah dan terjangkau bagi seluruh lapisan rakyat.
Melalui kerja sama yang telah disepakati, diharapkan seluruh alumni dapat menjadi bagian integral dari program transformasi untuk menciptakan manusia yang produktif, membangun lapangan kerja, serta menciptakan peluang usaha bagi seluruh rakyat Indonesia
"Inilah modal sosial yang sangat kuat, inilah kekuatan ekonomi yang bisa naik kelas karena akses pendidikannya memadai," katanya.