Presiden Turki Tayyip Erdogan (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan mengenai ancaman dari kemungkian adanya provokasi dan sabotase terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Dalam pesan yang disampaikannya melalui platform X (sebelumnya Twittwer) Eedogan menyambut baik kesepakatan di menit-menit akhir tersebut.
"Kami berharap gencatan senjata akan sepenuhnya diterapkan di lapangan tanpa memberikan kesempatan bagi kemungkinan provokasi dan sabotase," tulis Erdogan.
Erdogan mengaku bahwa dalam percakapannya dengan Presiden AS Donald Trump, ia mendesak adanya kesepakatan perdamaian yang abadi dengan Iran.
"Kesempatan selama dua minggu ini, yang terbuka setelah 40 hari ketegangan dan penderitaan yang cukup besar bagi seluruh dunia, harus dimanfaatkan untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng," ujarnya.
Diketahui bahwa Iran meminta 10 poin kepada Amerika Serikat sebagai kesepakatan gencatan senjata, berikut rinciannya:
1. penghentian seluruh bentuk agresi terhadap Iran.
2. pengakuan atas kendali Iran di Selat Hormuz.
3. penerimaan terhadap program pengayaan uranium.
4. pencabutan seluruh sanksi utama.
5. pencabutan sanksi sekunder.
6. penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran.
7. pengakhiran resolusi IAEA.
8. pemberian kompensasi kepada Iran.
9. penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan.
10. penghentian konflik di berbagai front, termasuk yang melibatkan sekutu Iran di kawasan.